JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) serius memfasilitasi para investor gula yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia. Salah satunya dengan menyiapkan lahan baru untuk perkebunan tebu seluas 1,3 juta hektare (ha) hingga 1,8 juta ha. Lahan tersebut terdiri dari 500 ha lahan konversi dan lebih dari 900.000 ha lahan Area Peruntukan Lain (APL) yang tersebar di 11 provinsi, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro mengatakan, pemerintah telah membentuk tim khusus percepatan investasi industri gula. Tim ini diketuai oleh Syukur sendiri. Ia bilang, tim ini sudah mulai memetakan secara terpadu lahan-lahan mana yang sesuai untuk perkebunan tebu. Setidaknya, sampai saat ini ada 11 Provinsi yang sudah ditentukan. "Kalau di NTT itu lahan yang cocok ada di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Kupang," ujar Syukur di Gedung Kemtan, Rabu (29/7).
Kemtan siapkan 1,8 juta ha untuk lahan tebu
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) serius memfasilitasi para investor gula yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia. Salah satunya dengan menyiapkan lahan baru untuk perkebunan tebu seluas 1,3 juta hektare (ha) hingga 1,8 juta ha. Lahan tersebut terdiri dari 500 ha lahan konversi dan lebih dari 900.000 ha lahan Area Peruntukan Lain (APL) yang tersebar di 11 provinsi, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro mengatakan, pemerintah telah membentuk tim khusus percepatan investasi industri gula. Tim ini diketuai oleh Syukur sendiri. Ia bilang, tim ini sudah mulai memetakan secara terpadu lahan-lahan mana yang sesuai untuk perkebunan tebu. Setidaknya, sampai saat ini ada 11 Provinsi yang sudah ditentukan. "Kalau di NTT itu lahan yang cocok ada di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Kupang," ujar Syukur di Gedung Kemtan, Rabu (29/7).