JAKARTA. Kementerian Pertanian akan mendorong penggunaan sistem bea masuk impor produk pangan lewat mekanisme safe guard untuk produk-produk pangan. Meski begitu, mekanisme tersebut harus tetap dibarengi dengan penetapan kuota impor untuk melindungi produk tani lokal. Menurut Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, pengenaan bea masuk produk pangan semata, alias tanpa pemberlakukan kuota impor cukup rawan karena dapat menyebabkan pasokan berlebih terutama ketika berbarengan dengan musim panen. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian tidak ingin sistem kuota dihapus sepenuhnya dan digantikan dengan mekanisme safe guard. "Bea masuk meskipun dibebankan 40% tetap saja bisa jebol kalau tidak diimbangi dengan mekanisme kuota, usulan ini yang akan kami dorong," ujar dia, Senin (25/1).
Kemtan usul safe guard dipadu dengan kuota impor
JAKARTA. Kementerian Pertanian akan mendorong penggunaan sistem bea masuk impor produk pangan lewat mekanisme safe guard untuk produk-produk pangan. Meski begitu, mekanisme tersebut harus tetap dibarengi dengan penetapan kuota impor untuk melindungi produk tani lokal. Menurut Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, pengenaan bea masuk produk pangan semata, alias tanpa pemberlakukan kuota impor cukup rawan karena dapat menyebabkan pasokan berlebih terutama ketika berbarengan dengan musim panen. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian tidak ingin sistem kuota dihapus sepenuhnya dan digantikan dengan mekanisme safe guard. "Bea masuk meskipun dibebankan 40% tetap saja bisa jebol kalau tidak diimbangi dengan mekanisme kuota, usulan ini yang akan kami dorong," ujar dia, Senin (25/1).