Kena tuah BOJ, IHSG berbalik arah ke zona positif



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound mengikuti bursa regional pada perdagangan, Rabu (21/9). Mengacu data RTI, indeks berbalik arah ke zona positif naik 0,76% atau 40,009 poin ke level 5.342,592.

Ada 165 saham bergerak naik, 126 saham bergerak turun, dan 90 saham stagnan. Volume perdagangan hari ini 8,38 miliar lots saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,74 triliun.

Delapan dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor aneka industri memimpin kenaikan 2,59% dan diikuti konstruksi naik 1,84%, serta 0,86%.


Sementara, dua sektor yang memerah antara lain yakni industri dasar turun 0,17% dan agrikultur turun 0,03%.

Laju IHSG turut tertolong aksi investor asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Total net buy asing mencapai Rp 551,446 miliar.

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Aneka Tambang (ANTM) naik 6,40% ke Rp 665, PT Bank Tabungan Negara (persero) tbk (BBTN) naik 4,74% ke Rp 1.990, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 3,93% ke Rp 1.720.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Semen Indonesia (persero) Tbk (SMGR) turun 1,75% ke Rp 9.825, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,45% ke Rp 1.700, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun 0,86% ke Rp 17.350.

Tuah BOJ

Sementara itu, bursa sama Asia melanjutkan relinya untuk hari keempat pada perdagangan, Rabu (21/9). Langkah kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) mampu mendorong pasar saham Jepang melesat dan menjaga arus modal masuk ke pasar regional.

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,4 % menjadi 140,65 pukul 16:01 waktu Hong Kong, naik 3% sejak reli 15 September. Indeks Topix Jepang naik 2,7 % ke penutupan tertinggi sejak 1 Juni karena yen melemah 0,1 % menjadi 101,78 dollar.

Asal tahu saja, BOJ memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga negatifnya pada minus 0,1%. Bank sentral juga memodifikasi kerangka program pembelian obligasinya untuk panduan suku bunga jangka panjang pada sekitar 0 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto