KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek penerbitan obligasi korporasi pada semester II-2026 diperkirakan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya di tengah kenaikan suku bunga acuan dan potensi peningkatan yield yang mulai membayangi pasar surat utang. Chief Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Suhindarto, mengatakan penerbitan obligasi korporasi pada paruh kedua tahun ini sebenarnya masih diproyeksikan relatif ramai, meskipun kemungkinan tidak setinggi realisasi tahun sebelumnya. Salah satu hal yang berpotensi membuat penerbitan tetap tinggi adalah nilai jatuh tempo yang besar. Pada semester kedua mendatang, jatuh tempo surat utang korporasi mencapai Rp 107 triliun, naik signifikan dari jatuh tempo pada semester I-2026 yang berjumlah Rp 55 triliun.
Kenaikan BI Rate Berpotensi Menekan Penerbitan Obligasi Korporasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek penerbitan obligasi korporasi pada semester II-2026 diperkirakan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya di tengah kenaikan suku bunga acuan dan potensi peningkatan yield yang mulai membayangi pasar surat utang. Chief Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Suhindarto, mengatakan penerbitan obligasi korporasi pada paruh kedua tahun ini sebenarnya masih diproyeksikan relatif ramai, meskipun kemungkinan tidak setinggi realisasi tahun sebelumnya. Salah satu hal yang berpotensi membuat penerbitan tetap tinggi adalah nilai jatuh tempo yang besar. Pada semester kedua mendatang, jatuh tempo surat utang korporasi mencapai Rp 107 triliun, naik signifikan dari jatuh tempo pada semester I-2026 yang berjumlah Rp 55 triliun.