KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate meningkat lagi menjadi sebesar 5,75%. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai penerbitan obligasi multifinance berpotensi menjadi lebih selektif pada sisa tahun ini, seiring kenaikan BI Rate. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kenaikan BI Rate ke 5,75% meningkatkan acuan biaya dana bagi pasar. Dalam kondisi seperti itu, dia bilang investor biasanya meminta kompensasi kupon yang lebih tinggi, terutama untuk tenor yang lebih panjang atau issue dengan profil kredit yang relatif lebih lemah. "Bagi multifinance, kenaikan kupon berarti beban pendanaan naik. Dengan demikian, keputusan menerbitkan obligasi akan dilakukan dengan lebih hati-hati agar tidak menekan margin pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Senin (6/7).
Kenaikan BI Rate Berpotensi Menekan Penerbitan Obligasi Multifinance
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate meningkat lagi menjadi sebesar 5,75%. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai penerbitan obligasi multifinance berpotensi menjadi lebih selektif pada sisa tahun ini, seiring kenaikan BI Rate. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kenaikan BI Rate ke 5,75% meningkatkan acuan biaya dana bagi pasar. Dalam kondisi seperti itu, dia bilang investor biasanya meminta kompensasi kupon yang lebih tinggi, terutama untuk tenor yang lebih panjang atau issue dengan profil kredit yang relatif lebih lemah. "Bagi multifinance, kenaikan kupon berarti beban pendanaan naik. Dengan demikian, keputusan menerbitkan obligasi akan dilakukan dengan lebih hati-hati agar tidak menekan margin pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Senin (6/7).