KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya layanan logistik yang mulai diberlakukan sejumlah platform e-commerce sejak awal Mei 2026 dinilai memberikan tekanan langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kanal digital. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai tambahan ongkos kirim yang kini dibebankan penuh kepada penjual bakal mempersempit ruang margin usaha di tengah persaingan harga yang ketat serta karakter konsumen yang masih sensitif terhadap harga. “Hingga saat ini konsumen kita masih price oriented consumer. Ketika harga lebih mahal, maka konsumen akan mencari harga yang lebih murah. Dalam konteks e-commerce, ongkir juga masuk dalam komponen harga,” ujar Nailul kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).
Kenaikan Biaya Logistik Dikhawatirkan Tekan Bisnis UMKM, Insentif Ongkir Diperlukan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya layanan logistik yang mulai diberlakukan sejumlah platform e-commerce sejak awal Mei 2026 dinilai memberikan tekanan langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kanal digital. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai tambahan ongkos kirim yang kini dibebankan penuh kepada penjual bakal mempersempit ruang margin usaha di tengah persaingan harga yang ketat serta karakter konsumen yang masih sensitif terhadap harga. “Hingga saat ini konsumen kita masih price oriented consumer. Ketika harga lebih mahal, maka konsumen akan mencari harga yang lebih murah. Dalam konteks e-commerce, ongkir juga masuk dalam komponen harga,” ujar Nailul kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).
TAG: