JAKARTA. Membaiknya harga crude palm oil (CPO) tampaknya belum membuahkan hasil bagi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) pada kuartal I tahun ini. Penjualan LSIP turun 9,5%, dari Rp 888,5 miliar menjadi Rp 804 miliar. Laba bersih LSIP bahkan merosot 67%, menjadi Rp 50,4 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih LSIP tercatat Rp 153,03 miliar, dengan margin laba bersih sebesar 6,3%. Penurunan itu disebabkan penurunan harga jual rerata produk sawit dan karet. Sharlyta Malique analis Samuel Sekuritas, mengatakan, kinerja kuartal I-2016 LSIP masih di bawah ekspektasi. "Laba menurun akibat melorotnya harga rata-rata CPO LSIP yang hanya sekitar Rp 6.500 per kg," kata Sharlyta kepada KONTAN, Rabu (11/5).
Kenaikan harga belum mengangkat kinerja LSIP
JAKARTA. Membaiknya harga crude palm oil (CPO) tampaknya belum membuahkan hasil bagi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) pada kuartal I tahun ini. Penjualan LSIP turun 9,5%, dari Rp 888,5 miliar menjadi Rp 804 miliar. Laba bersih LSIP bahkan merosot 67%, menjadi Rp 50,4 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih LSIP tercatat Rp 153,03 miliar, dengan margin laba bersih sebesar 6,3%. Penurunan itu disebabkan penurunan harga jual rerata produk sawit dan karet. Sharlyta Malique analis Samuel Sekuritas, mengatakan, kinerja kuartal I-2016 LSIP masih di bawah ekspektasi. "Laba menurun akibat melorotnya harga rata-rata CPO LSIP yang hanya sekitar Rp 6.500 per kg," kata Sharlyta kepada KONTAN, Rabu (11/5).