JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berupaya menjaga peforma keuangannya tetap positif. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyesuaian harga. Rerata harga jual atau average selling price (ASP) perseroan telah dinaikan sekitar 6% pada Oktober tahun lalu. "Sehingga, akan terlihat perbaikan margin untuk tahun ini," tambah edward Lowis, analis Phillip Securities, (5/4). Dengan kenaikan harga tersebut, margin kotor perseroan diprediksi naik 176 basis point (bps) menjadi 41,58%. Kenaikan ini berdasarkan asumsi jika penjualan produk herbal yang menjadi motor kinerja SIDO mencapai Rp 1,32 triliun. Estimasi ini mengalami kenaikan 15% dibanding realisasi tahun lalu.
Kenaikan harga jaga kualitas margin SIDO
JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berupaya menjaga peforma keuangannya tetap positif. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyesuaian harga. Rerata harga jual atau average selling price (ASP) perseroan telah dinaikan sekitar 6% pada Oktober tahun lalu. "Sehingga, akan terlihat perbaikan margin untuk tahun ini," tambah edward Lowis, analis Phillip Securities, (5/4). Dengan kenaikan harga tersebut, margin kotor perseroan diprediksi naik 176 basis point (bps) menjadi 41,58%. Kenaikan ini berdasarkan asumsi jika penjualan produk herbal yang menjadi motor kinerja SIDO mencapai Rp 1,32 triliun. Estimasi ini mengalami kenaikan 15% dibanding realisasi tahun lalu.