Kenaikan Harga Logam Mulia Berpotensi Hingga Akhir Tahun, Ini Faktor Pengereknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam mulia kompak catatkan rekor tertinggi. Perang Rusia dan Ukraina masih menjadi pemicu kenaikan harga komoditas tersebut.

Berdasarkan Bloomberg, Selasa (8/3), harga emas spot sentuh level tertinggi sejak Agustus 2020 di US$ 2.006 per ons troi. Secara year to date (ytd) harga emas spot naik sekitar 10%.

Kompak, harga logam mulia lain juga naik. Bahkan, harga paladium kontrak pengiriman Juni juga sentuh harga tertinggi sejak lebih dari lima tahun lalu di US$ 3.015 per ons troi. Harga paladium naik 58% ytd.


Kenaikan harga juga terjadi pada platinum sebesar 19,3% ytd menjadi US$ 1.150 per ons troi untuk kontrak pengiriman April. Harga platinum tersebut juga jadi rekor tertinggi sejak Juni 2021.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Mulai Mengerek Harga Komoditas Logam Mulia

Tidak ketinggalan harga perak juga mencetak rekor sejak Juli 2021 di US$ 26,45 per ons troi. Harga silver naik 13% ytd.

Sementara, harga jual emas keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik ke Rp 1.019.000 per gram. Secara ytd harga jual emas Antam naik 8,6%. Namun, jika menghitung dari selisih harga buyback, harga emas Antam masih menurun 1,27% ytd.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf  memproyeksikan, harga paladium akan lanjut menguat paling tinggi di antara komoditas logam mulia. Target harga dari Alwi untuk paladium pada akhir tahun ini berpotensi menyentuh US$ 3.715 per ons troi.

Dengan melihat Rusia dan Ukraina belum terjadi win-win solution hingga saat ini, Alwi memproyeksikan harga emas masih dalam tren naik. Maklum, ketika ketegangan belum mereda, emas akan diburu sebagai aset safe haven.

Sementara, adanya perang Rusia dan Ukraina menjadi pertimbangan bagi The Fed untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga.