KONTAN.CO.ID - Eskalasi perang di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi mengguncang postur APBN 2026. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menilai kenaikan harga minyak yang signifikan dapat memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan. Menurut Fajry, pada perdagangan Senin (2/3), harga minyak dunia melonjak tajam. Sejumlah analis dan ekonom bahkan memperkirakan kenaikan harga minyak bisa mencapai US$ 20–US$ 30 per barel, dengan kemungkinan kembali menyentuh level psikologis US$ 100 per barel.
Kenaikan Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah Bisa Bikin APBN Berdarah!
KONTAN.CO.ID - Eskalasi perang di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi mengguncang postur APBN 2026. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menilai kenaikan harga minyak yang signifikan dapat memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan. Menurut Fajry, pada perdagangan Senin (2/3), harga minyak dunia melonjak tajam. Sejumlah analis dan ekonom bahkan memperkirakan kenaikan harga minyak bisa mencapai US$ 20–US$ 30 per barel, dengan kemungkinan kembali menyentuh level psikologis US$ 100 per barel.
TAG: