KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya layanan logistik dan perubahan skema ongkos kirim (ongkir) di industri e-commerce berpotensi menekan minat masyarakat berbelanja secara online. Menurut Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), kebijakan tersebut dinilai dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan bisnis e-commerce nasional. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai, kenaikan biaya layanan membuat biaya transaksi di platform digital menjadi lebih mahal bagi konsumen. “Kenaikan biaya layanan logistik akan menggerus kepeminatan masyarakat untuk menggunakan e-commerce karena biaya e-commerce jadi lebih mahal,” ujar Tulus kepada Kontan, Kamis (8/5/2026).
Kenaikan Ongkir E-commerce, Minat Belanja Online Berpotensi Menurun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya layanan logistik dan perubahan skema ongkos kirim (ongkir) di industri e-commerce berpotensi menekan minat masyarakat berbelanja secara online. Menurut Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), kebijakan tersebut dinilai dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan bisnis e-commerce nasional. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai, kenaikan biaya layanan membuat biaya transaksi di platform digital menjadi lebih mahal bagi konsumen. “Kenaikan biaya layanan logistik akan menggerus kepeminatan masyarakat untuk menggunakan e-commerce karena biaya e-commerce jadi lebih mahal,” ujar Tulus kepada Kontan, Kamis (8/5/2026).
TAG:
- Asosiasi E-Commerce Indonesia
- ekonomi digital
- idEA
- Forum Konsumen Berdaya Indonesia
- FKBI
- pertumbuhan e-commerce
- strategi omnichannel
- Persaingan E-commerce
- biaya layanan e-commerce
- ongkos kirim e-commerce
- ongkir marketplace
- minat belanja online
- sustainability e-commerce
- keamanan transaksi online
- kualitas layanan e-commerce