Kenaikan Suku Bunga BI Kerek Harga Rumah Subsidi? Ini Kata Menteri PUPR



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan belum ada penyesuaian biaya material konstruksi maupun rumah subsidi dari naiknya tingkat suku bunga.

Basuki menjelaskan, kekhawatiran pelaku jasa konstruksi dari naiknya suku bunga ke tingkat yang cukup tinggi hingga eskalasi konflik Iran – Israel belum berdampak terhadap konstruksi rumah bersubsidi.

“Sampai sekarang belum ada usulan dari para penyedia jasa untuk minta eskalasi atau untuk minta penyesuaian (harga material), belum ada,” ujarnya di Gedung Kementerian PUPR, Jumat (26/4).


Baca Juga: Biaya Bunga Mahal, BTN Berencana Tekan Pertumbuhan Kredit Menjadi 10% hingga 11%

Basuki mengungkapkan, belum adanya permintaan penyesuaian harga material dari pengembang rumah subsidi, sehingga dinilai ke depan tidak ada kenaikan harga rumah subsidi.

“Kalau itu menjadi kondisi kahar, pasti ada national policy untuk itu. Kalau itu disebutkan sebagai kondisi kahar ya,” ungkapnya.

Selain itu, Basuki menuturkan, belum terlihat bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk meningkatkan suku bunga kreditnya pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Baca Juga: Agung Podomoro &Perbankan Dorong Pertumbuhan Properti lewat Pameran Podomoro Vaganza

“Pastinya kalau itu (suku bunga naik) menjadi kendala pasti akan ada solusinya,” tutur dia.

Untuk diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia April pada Rabu (24/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli