KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor reksadana pendapatan tetap (RDPT). Pasalnya, kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi yang menjadi aset dasar RDPT. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NAB reksadana pendapatan tetap tercatat Rp 223,76 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut turun menjadi Rp 217,10 triliun pada Juli, sebelum kembali naik menjadi Rp 219,09 triliun pada Agustus. Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi mengatakan, tekanan harga obligasi akan lebih terasa bagi investor yang sudah memiliki RDPT. Sementara bagi investor yang belum masuk, penurunan harga justru dapat menjadi peluang.
Kenaikan Suku Bunga Tekan NAB Reksadana Pendapatan Tetap
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor reksadana pendapatan tetap (RDPT). Pasalnya, kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi yang menjadi aset dasar RDPT. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NAB reksadana pendapatan tetap tercatat Rp 223,76 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut turun menjadi Rp 217,10 triliun pada Juli, sebelum kembali naik menjadi Rp 219,09 triliun pada Agustus. Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi mengatakan, tekanan harga obligasi akan lebih terasa bagi investor yang sudah memiliki RDPT. Sementara bagi investor yang belum masuk, penurunan harga justru dapat menjadi peluang.