JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif layanan publik di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ternyata turut mengerek inflasi di awal bulan ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, hasil survei pemantauan harga mingguan yang dilakukan BI menunjukkan, inflasi bulanan pada pekan pertama Januari 2017 tercatat 0,74% dan inflasi tahunan pada pekan pertama Januari sebesar 3,26%. Lebih tinggi dibanding akhir tahun lalu 3,02% secara tahunan. Menurut Perry, tingginya inflasi di awal bulan ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya kenaikan biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). "Kenaikan biaya pengurusan STNK berdampak ke inflasi 0,25% di Januari," kata Perry, Jumat (13/1). Selain itu, efek kenaikan tarif listrik untuk golongan 900 VA juga menyumbang inflasi 0,11%.
Kenaikan tarif layanan polri kerek inflasi
JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif layanan publik di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ternyata turut mengerek inflasi di awal bulan ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, hasil survei pemantauan harga mingguan yang dilakukan BI menunjukkan, inflasi bulanan pada pekan pertama Januari 2017 tercatat 0,74% dan inflasi tahunan pada pekan pertama Januari sebesar 3,26%. Lebih tinggi dibanding akhir tahun lalu 3,02% secara tahunan. Menurut Perry, tingginya inflasi di awal bulan ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya kenaikan biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). "Kenaikan biaya pengurusan STNK berdampak ke inflasi 0,25% di Januari," kata Perry, Jumat (13/1). Selain itu, efek kenaikan tarif listrik untuk golongan 900 VA juga menyumbang inflasi 0,11%.