Kenaikan Tarif Sewa Pusat Perbelanjaan Tak Menurunkan Tingkat Okupansi Mal



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan bahwa kenaikan tarif sewa di pusat perbelanjaan jabodetabek tidak mempengaruhi tingkat okupansi pada mal.

Alphonzus Widjaja, Ketua Umum APPBI mengatakan bahwa pada tahun ini akan ada kenaikan tarif sewa pada setiap mal dengan kisaran rata-rata 5%-10%. Kata dia, aturan itu telah berlaku sejak tahun 2023.

"Kenaikan tarif sewa umumnya berkisar 5% - 10%. Kenaikan tarif sewa sudah dilakukan sejak tahun 2023 lalu," ungkap Alphonzus kepada kontan, Kamis (18/4).


Baca Juga: HIPPINDO dan APPBI Kompak Keberatan Tarif PPN Naik 12%, Ini Alasannya

Namun demikian, kata Alphonzus, dengan adanya kenaikan tarif sewa ini tidak mempengaruhi tingkat okupansi pada mal. Ia membeberkan bahwa Rata - rata tingkat okupansi tahun 2024 ini diperkirakan akan berkisar 80%.

Alphonzus mengakui bahwa angka itu memang masih stagnan seperti tahun 2023 dan masih jauh di bawah target 2024 yakni sebesar 90%.

"Rata - rata tingkat okupansi tahun 2024 ini diperkirakan akan berkisar 80%. Artinya Secara rata - rata tidak terjadi penurunan tingkat okupansi," pungkasnya.

Sebelumnya, Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa tarif sewa mall akan mengalami kenaikan karena tingkat kunjungan mal membaik. 

Baca Juga: Tingkat Kunjungan Melonjak, Pengelola Mal Siap Meraup Berkah di Ramadan-Lebaran 2024

Namun, kenaikan tarif sewa diprediksi tidak akan terlalu signifikan terjadi karena pengembang sudah menetapkan fokus untuk membuat mal menjadi lebih hidup.

Adapun, Rata-rata harga sewa ruang ritel di Jakarta pada kuartal IV tahun 2023 adalah Rp 563.428 per meter persegi. Sementara di area Bodetabek, rata-rata harga sewanya lebih terjangkau yakni Rp 388.614 per meter persegi.

Kemudian, untuk komponen biaya pemeliharaan mal-mal di Jakarta besarannya mencapai Rp 153.519 per meter persegi per bulan. Sedangkan di Bodetabek, biaya pemeliharaannya adalah Rp 120.128 per meter persegi per bulan.

 
 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .