KONTAN.CO.ID - LONDON. Tekanan inflasi kembali menjadi sorotan di Inggris seiring rencana kenaikan upah yang masih cukup agresif di kalangan dunia usaha. Survei terbaru Incomes Data Research (IDR) menunjukkan mayoritas perusahaan di Negeri Raja Charles itu bersiap menaikkan gaji karyawan di kisaran 3% hingga 3,49% pada tahun ini, level yang dinilai sebagian pembuat kebijakan Bank of England (BoE) berpotensi menghambat penurunan inflasi ke target. Melansir Reuters (2/1), sebanyak 39% perusahaan responden menyatakan mengincar kenaikan upah 3%–3,49%. Porsi ini menjadi yang terbesar, disusul 22% perusahaan yang merencanakan kenaikan lebih tinggi di rentang 3,5%–3,99%. Sementara itu, 16% perusahaan memilih jalur yang lebih moderat dengan kenaikan 2,5%–2,99%. Survei tersebut dihimpun dari 121 perusahaan dengan total tenaga kerja sekitar 2,8 juta orang, berdasarkan respons pada November dan Desember lalu. IDR menilai tren ini mencerminkan masih kuatnya tekanan inflasi yang dirasakan pelaku usaha.
Kenaikan Upah Inggris, Ancaman Inflasi Kembali Mengintai BoE
KONTAN.CO.ID - LONDON. Tekanan inflasi kembali menjadi sorotan di Inggris seiring rencana kenaikan upah yang masih cukup agresif di kalangan dunia usaha. Survei terbaru Incomes Data Research (IDR) menunjukkan mayoritas perusahaan di Negeri Raja Charles itu bersiap menaikkan gaji karyawan di kisaran 3% hingga 3,49% pada tahun ini, level yang dinilai sebagian pembuat kebijakan Bank of England (BoE) berpotensi menghambat penurunan inflasi ke target. Melansir Reuters (2/1), sebanyak 39% perusahaan responden menyatakan mengincar kenaikan upah 3%–3,49%. Porsi ini menjadi yang terbesar, disusul 22% perusahaan yang merencanakan kenaikan lebih tinggi di rentang 3,5%–3,99%. Sementara itu, 16% perusahaan memilih jalur yang lebih moderat dengan kenaikan 2,5%–2,99%. Survei tersebut dihimpun dari 121 perusahaan dengan total tenaga kerja sekitar 2,8 juta orang, berdasarkan respons pada November dan Desember lalu. IDR menilai tren ini mencerminkan masih kuatnya tekanan inflasi yang dirasakan pelaku usaha.
TAG: