KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenangan Brands berkolaborasi dengan penyedia layanan identitas dan tanda tangan digital Privy dalam memfasilitasi ribuan dokumen ketenagakerjaan untuk menggenjot efisiensi dan keberlanjutan operasional. Group HRIS & People Analytics Kenangan Brands Andre Christian mengatakan, teknologi memungkinkan pihaknya untuk mengelola ratusan sampai ribuan gerai, mengambil keputusan berbasis real-time, sekaligus menjaga standar layanan yang beragam. Dari sisi volume, Kenangan Brands memperkirakan ada sekitar 20.000 dokumen ketenagakerjaan yang harus diproses dan ditandatangani setiap tahunnya di sebanyak 1.300 gerai.
"Untuk itu, Kenangan Brands berupaya memastikan setiap dokumen ketenagakerjaan selesai tepat waktu, terdokumentasi rapi, serta sah secara hukum, tanpa menghentikan operasional gerai yang menunggu proses administrasi," kata Andre dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026). Hal ini dilakukan Kenangan Brands dengan mengadopsi Privy untuk mengoptimalkan kepercayaan digital sebagai kerangka kerja yang menjamin kecepatan dan keabsahan hukum dalam dokumen.
Baca Juga: Privy Catat Hampir 13 Juta Dokumen Digital Terverifikasi Sejak Awal 2026 Sejak mengadopsi Privy, Kenangan Brands mengaku proses penandatanganan dokumen ketenagakerjaan, mulai dari employment agreement hingga NDA, dapat diakses dari berbagai lokasi tanpa terkendala jarak dan waktu. Digitalisasi ini juga dinilai menekan biaya cetak dan distribusi dokumen fisik, sejalan dengan komitmen sustainability (keberlanjutan) Kenangan Brands. "Kenangan Brands menyarankan agar perusahaan lain, khususnya di ritel dan F&B dengan model ekspansi serupa, untuk memulai digitalisasi dokumen sejak dini sebelum skala bisnis menuntut pertumbuhan yang lebih cepat," lanjut Andre. Ratu Rima Novia Rahma, VP Marketing & Communication Privy, mengatakan industri ritel dan F&B punya karakteristik yang unik dari sektor lain. Di mana, setiap gerai memerlukan adanya proses rekrutmen, kontrak kerja, hingga kerja sama vendor baru yang harus selesai secepat gerai itu dibuka.
Baca Juga: Privy Incar Industri Ticketing, Andalkan Solusi Login dan Digital ID "Kalau proses administrasinya masih manual, kecepatan ekspansi akan selalu terhambat oleh birokrasi internal. Di titik inilah digital trust berperan, bukan hanya mempercepat, tapi memastikan setiap keamanan dan keabsahan hukum dari setiap dokumen yang dikelola," jelas Rima.
Menurutnya, skala Kenangan Brands yang mengelola lebih dari 20.000 dokumen ketenagakerjaan per tahun serta terus bertambah seiring ekspansi gerai, menjadi contoh konkret bagaimana digital trust bergeser dari sekadar fitur menjadi infrastruktur operasional. "Certificate warranty hingga Rp 1 miliar yang kami sediakan turut memberi lapisan jaminan hukum tambahan pada setiap dokumen yang ditandatangani, sehingga tim Kenangan Brands dapat memastikan kecepatan dan kepatuhan secara bersamaan," tandas Rima.
Baca Juga: Kopi Kenangan Targetkan Tambahan 300-400 Gerai Sepanjang 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News