KONTAN.CO.ID - Kenapa hujan terus menerus di daerah tertentu? Intip penjelasan terkait apa itu Kemarau basah. Secara umum, musim hujan di Indonesia biasanya berlangsung dari sekitar bulan Oktober hingga Maret, sesuai penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setelahnya, wilayah Indonesia seharusnya memasuki musim kemarau yang cenderung kering dan minim hujan. Namun, kondisi cuaca pada Mei 2025 menunjukkan fenomena yang berbeda. Di sejumlah daerah, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terus turun, meskipun secara kalender iklim seharusnya sudah memasuki musim kemarau.
Apa Kaitan dengan Kemarau Basah?
- Peralihan Monsun yang Lambat: Monsun Australia yang biasanya membawa udara kering belum sepenuhnya mendominasi.
- Suhu Laut yang Masih Hangat: Perairan Indonesia yang lebih hangat dari biasanya bisa memperkuat pembentukan awan hujan.
- Pengaruh Global seperti La Nina atau Madden-Julian Oscillation (MJO): Fenomena-fenomena ini bisa memperpanjang masa hujan di luar musimnya.
Prediksi BMKG
BMG menginformasikan bahwa sejumlah daerah di Indonesia tengah mengalami kemarau basah, yaitu kondisi di mana hujan masih turun meskipun secara kalender telah memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan fenomena ini akan berlangsung hingga akhir musim kemarau pada Agustus 2025. Setelah itu, Indonesia diprediksi memasuki masa transisi atau pancaroba pada September hingga November 2025, sebelum musim hujan dimulai pada Desember 2025 dan berlangsung hingga Februari 2026.Penyebab Kemarau Basah di Indonesia
Ada beberapa penyebab terjadinya kemarau basah pada bulan April hingga Agustus. 1. Pengaruh La Nina La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia karena suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih dingin dari normal. Ini meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. 2. Peningkatan Aktivitas Monsun Asia atau Angin Timur Jika monsun lebih aktif dari biasanya, bisa membawa lebih banyak uap air ke wilayah Indonesia. 3. Pengaruh Suhu Muka Laut yang Hangat di Perairan Indonesia Perairan yang lebih hangat memicu penguapan lebih tinggi sehingga pembentukan awan hujan lebih intensif, meskipun sedang musim kemarau. Baca Juga: 8% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau 2025, Di Mana Saja?Tanda-Tanda Kemarau Basah
Biasanya tanda-tanda kemarau basah bisa ditemui dengan kondisi berikut.- Tetap terjadi hujan ringan hingga sedang saat seharusnya musim kering (biasanya April–September).
- Kelembapan udara tetap tinggi.
- Tanaman tetap tumbuh subur tanpa perlu banyak penyiraman.
- Sungai dan embung tidak mengalami kekeringan ekstrem.
- Langit sering berawan, tidak sekering biasanya.