KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (
KEEN) optimistis bisa mendongkrak pendapatan dan laba pada tahun 2026. Emiten yang bergerak di bisnis pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ini menyiapkan strategi ekspansi untuk menambah kapasitas dan proyek baru.
Corporate Secretary Kencana Energi Lestari, Diana Limardi mengungkapkan bahwa KEEN mengejar perolehan laba sebesar US$ 16,8 juta pada tahun 2026. Target ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 84,81% dibandingkan laba tahun berjalan KEEN pada 2025, yakni sebesar US$ 9,09 juta. Sejalan dengan itu, KEEN menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 70,7% dari US$ 34,33 juta pada 2025 menjadi US$ 58,6 juta pada tahun ini. Salah satu faktor yang bakal mendongkrak kinerja KEEN adalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling yang memiliki kapasitas sebesar 10 Megawatt (MW).
Baca Juga: Halodoc Perkuat Ekosistem Digital Kesehatan dari Hulu ke Hilir di Usia ke-10 "Untuk tahun 2026 tambahan kapasitas pembangkit KEEN adalah 10 MW yang berasal dari PLTM Salu Noling yang ditargetkan selesai konstruksi dan dapat COD (beroperasi secara komersial) pada kuartal II-2026," kata Diana saat dihubungi Kontan, Senin (25/5/2026). Dengan beroperasinya PLTM Salu Noling, kapasitas terpasang pembangkit KEEN bakal mencapai 79,5 MW. Sebagai perbandingan, kapasitas KEEN per tahun 2025 adalah 69,5 MW yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Diana menegaskan, KEEN bakal terus menggelar ekspansi untuk menambah kapasitas pembangkit listrik. Guna mendukung rencana bisnis dan ekspansi pada tahun ini, KEEN menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 19,5 juta.
Ekspansi Proyek Pembangkit Baru
Dari sisi ekspansi, aksi terbaru KEEN adalah memenangkan tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2 oleh PT PLN (Persero). Penunjukan KEEN sebagai pemenang tender dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) dari PLN pada 11 Mei 2026. Proyek PLTA Pakkat 2 memiliki kapasitas sebesar 45 MW. Pembangkit listrik yang berlokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini akan menjadi proyek KEEN dengan kapasitas terbesar hingga sekarang. KEEN memperkirakan PLTA Pakkat 2 membutuhkan investasi sekitar US$ 116 juta, dengan target masa pembangunan sekitar empat tahun. Saat ini, KEEN dalam proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN sebelum memasuki tahap konstruksi.
Baca Juga: Apindo Soroti Mulainya Relokasi Industri di Tengah Gelombang PHK Setelah PPA ditandatangani, maka proyek ini akan memasuki proses financial closing yang berdasarkan PPA ditargetkan selama satu tahun. Adapun, sumber pendanaan untuk proyek PLTA Pakkat 2 akan berasal dari pinjaman bank dengan porsi sekitar 70%-80% dan 20%-30% dari internal KEEN. Ekspansi KEEN tak berhenti di PLTA Pakkat 2. Diana membeberkan, KEEN juga telah mengikuti tender PLTA Salu Uro dengan kapasitas 95 MW. Prosesnya masih persiapan penandatanganan PPA dengan PLN. "KEEN juga telah mengikuti proses tender pembangkit EBT lainnya yang saat ini masih menunggu penetapan pemenang tender," ujar Diana. Selain itu, KEEN sedang dalam proses konstruksi PLTS Tobelo yang berlokasi di Halmahera. Proyek ini ditargetkan selesai konstruksi pada kuartal I-2027. Diana mengatakan, PLTS akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan KEEN ke depan.
Sejak tahun 2023, KEEN telah mempersiapkan diri untuk memiliki kemampuan dan pengalaman mengembangkan proyek PLTS, yaitu dengan membangun dan mengoperasikan pilot project PLTS Tempilang di Bangka Belitung. KEEN memandang prospek dan rencana ekspansi di energi surya akan sejalan dengan target pemerintah yang ingin membangun PLTS dengan total kapasitas 100 Gigawatt (GW). KEEN pun turut melirik peluang dari mega-proyek tersebut. "KEEN bersemangat untuk mengikuti tender-tender PLTS yang diadakan oleh PLN dan selalu mengikuti perkembangan teknologi PLTS. Sehingga peluang pengembangan PLTS yang diikuti oleh KEEN dapat diraih, dan PLTS yang dikembangkan dapat berproduksi dengan seefektif dan sefisien mungkin," tandas Diana.
Baca Juga: BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News