Kencana Energi Lestari (KEEN) Investasi Rp 2 Triliun untuk Bangun PLTA Pakkat 2



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) akan menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan mengikuti tender yang diadakan oleh PT PLN (Persero). Terbaru, KEEN telah memenangkan tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2.

Penunjukan KEEN sebagai pemenang tender PLTA Pakkat 2 dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) dari PLN pada 11 Mei 2026. Pembangkit listrik dengan kapasitas 45 Megawatt (MW) yang berlokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini akan menjadi proyek KEEN dengan kapasitas terbesar hingga saat ini.


Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja mengungkapkan bahwa KEEN sedang dalam proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN sebelum memasuki tahap konstruksi.

"Setelah PPA ditandatangani maka kami akan memasuki proses financial closing yang berdasarkan PPA ditargetkan selama satu tahun," kata Giat kepada Kontan.co.id, Selasa (26/5/2026).

KEEN memperkirakan PLTA Pakkat 2 membutuhkan investasi sekitar US$ 116 juta. Hanya sebagai gambaran saja, jumlah tersebut menembus Rp 2 triliun apabila dikonversi menggunakan kurs rupiah saat ini.

Baca Juga: Capex Tembus Rp 300 Miliar, KEEN Siap Tambah Kapasitas & Garap Proyek Pembangkit Baru

Dengan asumsi kurs rupiah yang sudah menembus level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), maka investasi untuk membangun PLTA Pakkat 2 bisa mencapai Rp 2,05 triliun.

Giat membeberkan, sumber pendanaan untuk membiayai proyek PLTA Pakkat 2 mayoritas akan bersumber dari pinjaman bank, dengan porsi sekitar 70% - 80%. Sedangkan 20% - 30% akan berasal dari internal Kencana Energi Lestari.

KEEN memperkirakan masa pembangunan PLTA Pakkat 2 akan berlangsung sekitar empat tahun. Dengan tambahan proyek PLTA Pakkat 2, kapasitas terpasang (installed capacity) pembangkit KEEN diproyeksikan meningkat signifikan dari saat ini sebesar 69 MW menjadi 114 MW setelah proyek selesai dibangun dan beroperasi secara komersial.

Ekspansi Kapasitas Pembangkit

Ekspansi KEEN tak berhenti di PLTA Pakkat 2. Giat membeberkan, KEEN juga telah mengikuti tender PLTA Salu Uro dengan kapasitas 95 MW. Prosesnya masih dalam tahap persiapan penandatanganan PPA dengan PLN.

Giat bilang, KEEN juga telah mengikuti proses tender pembangkit EBT lainnya yang saat ini masih menunggu penetapan pemenang tender.

Giat menegaskan bahwa KEEN akan terus melirik peluang ekspansi dengan mengikuti proses lelang pembangkit listrik berbasis EBT yang dibuka oleh PLN.

Baca Juga: Anak Usaha Chandra Asri (TPIA) Tandatangani Perjanjian Konsensi Pelabuhan di Banten

"KEEN selalu mengusahakan agar bisa siap untuk mengikuti tender PLN dengan pipeline proyek kami yang luas," imbuh Giat.

Selain menambah portofolio proyek baru, saat ini KEEN sedang menuntaskan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling. KEEN menargetkan PLTM Salu Noling akan segera memulai operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada akhir kuartal kedua atau Juni 2026.

"Untuk tahun 2026 tambahan kapasitas pembangkit KEEN sebesar 10 MW yang berasal dari PLTM Salu Noling yang ditargetkan selesai konstruksi dan dapat COD pada kuartal II-2026," kata Giat.

Secara keseluruhan, investasi atau total capex untuk mengerjakan PLTM Salu Noling mencapai US$ 24,5 juta. Setelah COD, PLTM yang berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini diproyeksikan memproduksi listrik sebesar 31,8 Gigawatt hour (GWh) pada 2026.

Setelah itu, PLTM Salu Noling bakal beroperasi setahun penuh untuk memproduksi sekitar 63,6 GWh.

Dengan beroperasinya PLTM Salu Noling, kapasitas terpasang pembangkit KEEN bakal mencapai 79,5 MW pada tahun ini. Hingga tahun 2025, KEEN memiliki kapasitas terpasang sebesar 69,5 MW yang mencakup PLTA, PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain fokus menuntaskan proyek PLTM Salu Noling, KEEN juga sedang dalam proses konstruksi PLTS Tobelo. Pembangkit listrik berkapasitas 10 MW yang berlokasi di Halmahera ini ditargetkan akan selesai konstruksi pada kuartal I-2027.

 
KEEN Chart by TradingView

Guna memuluskan berbagai agenda ekspansi tersebut, pada tahun ini KEEN menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 19,5 juta.

Hanya sebagai gambaran, jika dikonversi dengan asumsi kurs rupiah yang sudah menembus level Rp 17.700 per dolar AS, maka capex KEEN tahun ini mencapai sekitar Rp 345 miliar.

Secara kinerja, KEEN membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih seiring penambahan kapasitas pembangkit. Giat mengungkapkan bahwa KEEN mengejar perolehan laba sebesar US$ 16,8 juta pada tahun 2026.

Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 84,81% dibandingkan laba tahun berjalan KEEN pada 2025, yakni sebesar US$ 9,09 juta.

Sejalan dengan itu, KEEN menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 70,7% dari US$ 34,33 juta pada 2025 menjadi US$ 58,6 juta pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News