KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit multiguna mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir. Membaiknya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan segmen kredit konsumtif tersebut. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), outstanding kredit multiguna per April 2026 tercatat mencapai Rp 1.397,8 triliun atau tumbuh 8,5% secara tahunan (year on year/YoY). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 yang sebesar 8,3% dengan outstanding Rp 1.391,5 triliun. Sementara pada akhir 2025, pertumbuhan kredit multiguna tercatat sebesar 7,7%. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan menilai, kenaikan kredit multiguna ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai keperluan.
“Peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk pendidikan, renovasi rumah, dan kebutuhan pribadi lainnya menjadi salah satu faktor pendorong. Selain itu, bank juga banyak fokus pada segmen payroll, ASN, pensiunan, dan karyawan berpenghasilan tetap yang memiliki profil risiko lebih terjaga,” ujar Trioksa kepada Kontan.co.id, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Kredit Multiguna Perbankan Melambat, Daya Beli Masyarakat Jadi Tantangan Menurutnya, stabilnya ekspektasi suku bunga juga turut meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali mengambil kredit konsumtif. Meski demikian, Trioksa memperkirakan pertumbuhan kredit multiguna tahun ini masih akan berlangsung moderat. Pasalnya, masyarakat masih menghadapi tekanan biaya hidup yang tinggi dan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi. “Pertumbuhan masih berpotensi positif, tetapi kemungkinan tidak akan mengalami akselerasi yang sangat kuat,” katanya. Dari sisi strategi, Trioksa menilai bank perlu mengoptimalkan basis nasabah eksisting melalui ekosistem payroll, memperkuat digitalisasi proses kredit, serta menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dengan tetap menjaga kualitas aset. Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan penyaluran kredit multiguna di CIMB Niaga hingga saat ini masih relatif flat pertumbuhannya, kendati ia tak membeberkan secara rinci berapa realisasi pertumbuhannya. “Di kami relatif masih flat. Belum terlihat kenaikan yang signifikan,” ujarnya. Lani memperkirakan pertumbuhan kredit multiguna CIMB Niaga hingga akhir tahun masih akan berada di bawah 5%.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Multiguna Perbankan Masih Lesu Hingga Akhir 2025, Ini Penyebabnya Senada, Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan kontribusi kredit multiguna terhadap total portofolio kredit perseroan masih relatif terbatas. Menurutnya, KB Bank saat ini lebih fokus mengembangkan segmen-segmen pembiayaan yang menjadi prioritas strategis perusahaan. “Kredit multiguna tetap kami salurkan secara selektif berdasarkan kebutuhan nasabah dan profil risiko yang sesuai dengan kebijakan bank,” ujarnya. Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat permintaan kredit multiguna masih cukup terjaga melalui produk Personal Loan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah, mulai dari biaya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, pengobatan hingga liburan. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan pertumbuhan personal loan juga didukung oleh perluasan basis nasabah perseroan. Secara keseluruhan, outstanding pinjaman konsumer BCA yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp 25,1 triliun per Maret 2026.
“Mayoritas personal loan digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta memperkuat credit scoring dan monitoring untuk menjaga kualitas kredit,” ujar Hera. BCA juga memastikan rasio kredit bermasalah atau NPL pada segmen personal loan tetap berada pada level rendah dan terkendali.
Baca Juga: Kredit Multifinance Capai Rp 512 Triliun, Multiguna Jadi Berkontribusi 50% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News