JAKARTA. Hasil usaha sepanjang semester I-2009 menjelaskan mengapa bank lambat memotong bunga kredit. Dengan mempertahankan bunga kredit tinggi-tinggi, bank mencetak pertumbuhan laba. Terbukti pula, krisis tak berpengaruh pada perbankan kita. Pendapatan bunga bersih itu menjadi sumber utama laba bank-bank papan atas selama semester I-2009. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), misalnya, meraup laba bersih Rp 3,3 triliun. Perolehan laba BCA di semester I-2009 naik 37,5% dibanding laba di periode yang sama tahun 2008 yang masih sebesar Rp 2,4 triliun. Presiden Direktur BCA Djohan Emir Setijoso mengungkapkan, perolehan laba terutama berasal dari pendapatan bunga bersih. BCA juga meraih untung dari fee based income serta penggunaan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang baru sebesar 23%. "Jangan lupa, di periode yang sama tahun lalu, kami masih terkena tarif PPh sebesar 30%," katanya.
Kendati Krisis Laba Bank-Bank Besar Melonjak Tajam
JAKARTA. Hasil usaha sepanjang semester I-2009 menjelaskan mengapa bank lambat memotong bunga kredit. Dengan mempertahankan bunga kredit tinggi-tinggi, bank mencetak pertumbuhan laba. Terbukti pula, krisis tak berpengaruh pada perbankan kita. Pendapatan bunga bersih itu menjadi sumber utama laba bank-bank papan atas selama semester I-2009. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), misalnya, meraup laba bersih Rp 3,3 triliun. Perolehan laba BCA di semester I-2009 naik 37,5% dibanding laba di periode yang sama tahun 2008 yang masih sebesar Rp 2,4 triliun. Presiden Direktur BCA Djohan Emir Setijoso mengungkapkan, perolehan laba terutama berasal dari pendapatan bunga bersih. BCA juga meraih untung dari fee based income serta penggunaan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang baru sebesar 23%. "Jangan lupa, di periode yang sama tahun lalu, kami masih terkena tarif PPh sebesar 30%," katanya.