KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenduri Swarnabhumi kembali digelar dengan tema “Cintai Budaya Kita Lestarikan Sungai, Cintai Sungai Kita Lestarikan Budaya”, Kenduri Swarnabhumi merupakan platform pemajuan kebudayaan Melayu, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan 12 pemerintah daerah dan komunitas. Keduabelas pemerintah daerah tersebut antara lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Sumatera Barat, kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari, Bungo, Dharmasraya, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tebo, Tanjung Jabung Barat serta Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Acara yang melibatkan penggiat budaya, komunitas lingkungan, pelaku seni dan budaya, peneliti, jurnalis serta ribuan masyarakat ini, diharapkan dapat memperkuat kebudayaan Melayu sebagai common identity pada wilayah sepanjang DAS Batanghari, sehingga meningkatkan keterhubungan antara sungai, manusia, dan budaya guna mengembangkan dan memanfaatkan warisan tradisi dan cagar budaya nasional. Serta yang terpenting adalah pelestarian lingkungan terutama sungai untuk peradaban yang lebih maju.
Kenduri Swarnabhumi Kembali Digelar pada Tahun Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenduri Swarnabhumi kembali digelar dengan tema “Cintai Budaya Kita Lestarikan Sungai, Cintai Sungai Kita Lestarikan Budaya”, Kenduri Swarnabhumi merupakan platform pemajuan kebudayaan Melayu, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan 12 pemerintah daerah dan komunitas. Keduabelas pemerintah daerah tersebut antara lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Sumatera Barat, kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari, Bungo, Dharmasraya, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tebo, Tanjung Jabung Barat serta Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Acara yang melibatkan penggiat budaya, komunitas lingkungan, pelaku seni dan budaya, peneliti, jurnalis serta ribuan masyarakat ini, diharapkan dapat memperkuat kebudayaan Melayu sebagai common identity pada wilayah sepanjang DAS Batanghari, sehingga meningkatkan keterhubungan antara sungai, manusia, dan budaya guna mengembangkan dan memanfaatkan warisan tradisi dan cagar budaya nasional. Serta yang terpenting adalah pelestarian lingkungan terutama sungai untuk peradaban yang lebih maju.