KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia menegaskan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak mungkin memiliki tingkat akurasi 100 persen karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terus berubah. Amalia mengatakan, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengikuti perubahan kondisi masyarakat.
Baca Juga: BPS: Rumah Bagus Bisa Pengaruhi Desil DTSEN, tapi Tak Otomatis Hentikan Bansos "Namanya ini data manusia tidak pernah ada menuju akurat 100 persen karena setiap saat ada orang yang meninggal, setiap saat ada orang yang lahir," kata Amalia saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2026). Selain data kematian dan kelahiran, menurut Amalia, perubahan status pekerjaan juga dapat memengaruhi kondisi sosial ekonomi seseorang. "Setiap saat ada orang yang berubah status yang tadinya punya pekerjaan menjadi tidak punya pekerjaan," ujarnya. Kemudian, perubahan kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampak bencana juga dapat mengubah tingkat kesejahteraan mereka. "Setiap saat ada bencana yang mungkin bisa mengubah status masyarakat tersebut yang tadinya punya rumah menjadi tidak punya rumah, hartanya hilang," kata dia.
Baca Juga: BNPB: Update Korban Meninggal Gempa NTT Capai 135 Orang Lebih lanjut, Amalia mengatakan, tidak ada yang salah dengan sistem desil ataupun formulasinya karena data bersifat dinamis. "Jadi ini tidak ada yang salah tetapi bagian dari proses ini semua yang kita jalani dan alami saat ini adalah bagian dari proses penyempurnaan data yang dimiliki oleh kita bersama," kata Amalia. Data yang masih tercecer di setiap kementerian/lembaga, kini dilakukan pemutakhiran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 mengatur tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dia mengatakan, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan perubahan kondisi yang belum tercatat dalam DTSEN. "Kami buka seluas-luasnya pemerintah dan BPS juga terus berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan sampai nanti kita betul-betul mendapatkan database yang betul sempurna," ucapnya. Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2026/09/08/21353591/polemik-desil-dtsen-kepala-bps-data-manusia-tidak-pernah-akurat-100-persen. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News