KONTAN.CO.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memberikan dampak dua arah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, menyebut tekanan nilai tukar terutama terasa pada sisi belanja negara. Menurut Banjaran, sejumlah pos belanja pemerintah sangat sensitif terhadap pergerakan kurs, di antaranya pembayaran bunga utang dalam valuta asing, subsidi dan kompensasi energi, serta belanja impor pemerintah. “Pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai kewajiban valas dalam denominasi rupiah. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit fiskal jika tidak diimbangi dengan pengendalian belanja yang ketat,” ujar Banjaran kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Kepala Ekonom BSI Beberkan Cara Pemerintah Amankan APBN 2026
KONTAN.CO.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memberikan dampak dua arah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, menyebut tekanan nilai tukar terutama terasa pada sisi belanja negara. Menurut Banjaran, sejumlah pos belanja pemerintah sangat sensitif terhadap pergerakan kurs, di antaranya pembayaran bunga utang dalam valuta asing, subsidi dan kompensasi energi, serta belanja impor pemerintah. “Pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai kewajiban valas dalam denominasi rupiah. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit fiskal jika tidak diimbangi dengan pengendalian belanja yang ketat,” ujar Banjaran kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
TAG: