Kepercayaan Investor Jadi Taruhan, IICD Umumkan 35 Emiten dengan Tata Kelola Unggul



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) memberikan penghargaan kepada 35 emiten yang dinilai memiliki kualitas tata kelola perusahaan atau corporate governance yang baik dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Mengusung tema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence, ajang ini menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan dalam memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Baca Juga: IHSG Rebound ke 5.943, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (14/10)


Melalui keterangannya Rabu (14/10/2026), sebanyak 35 emiten penerima penghargaan terdiri atas 20 perusahaan berkapitalisasi pasar besar (BigCap) dan 15 perusahaan berkapitalisasi pasar menengah (MidCap). Penilaian dilakukan menggunakan metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Selain memberikan penghargaan, IICD mengumumkan daftar Top 50 emiten untuk masing-masing kelompok kapitalisasi pasar sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai memiliki praktik tata kelola yang baik.

Ketua IICD dan IIPG Rudiantara membuka konferensi tersebut. Acara juga dihadiri Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi yang menyampaikan pidato kunci.

Dalam sesi bertajuk How Governance Influences Investors’ Confidence, Bertrand Jabouley dari S&P Global Ratings menekankan bahwa investor menilai tata kelola melalui kualitas, keandalan, dan konsistensi keputusan perusahaan.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 1,13 Triliun Saat IHSG Rebound, Cek Saham yang Banyak Dilepas

Aspek yang menjadi perhatian mencakup struktur kepemilikan, efektivitas dewan, pengelolaan risiko, pengendalian internal, serta transparansi pelaporan.

Faktor-faktor tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menilai kualitas tata kelola dan kelayakan kredit perusahaan.

Sementara itu, pakar tata kelola perusahaan sekaligus Dewan Pembina IICD, James Simanjuntak, memaparkan hasil penilaian ACGS 2025 dan 2026. Hasil penilaian ACGS 2026 menunjukkan adanya perbaikan praktik tata kelola di kalangan emiten Indonesia.

James juga menekankan pentingnya penguatan peran dan tanggung jawab dewan serta peningkatan kualitas penerapan tata kelola secara berkelanjutan.

Dalam ajang tahun ini, penghargaan diberikan melalui sembilan kategori, yakni Leadership in Corporate Governance, Best Overall, Best Financial Sector, Best Non Financial Sector, Best Responsibility of the Board, Best Disclosure and Transparency, Best Sustainability and Resilience, Best Rights and Equitable Treatment of Shareholders, serta Most Improved.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Rabu (14/10), Inflasi AS Picu Spekulasi Kenaikan Bunga

Untuk kelompok BigCap, penghargaan Leadership in Corporate Governance diberikan kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Adapun kategori Best Overall diraih PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk.

Pada kelompok MidCap, kategori Best Overall diberikan kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk.

IICD juga memberikan penghargaan kepada emiten berdasarkan sejumlah aspek tata kelola, mulai dari kinerja sektor keuangan dan nonkeuangan hingga tanggung jawab dewan, keterbukaan informasi, keberlanjutan, serta perlindungan hak pemegang saham.

Selain penghargaan utama, kategori Most Improved diberikan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk untuk kelompok BigCap dan PT Puradelta Lestari Tbk untuk kelompok MidCap.

Baca Juga: Pefindo Catat Mandat Obligasi Korporasi Rp 56,19 Triliun hingga September 2026

IICD berharap penghargaan tersebut dapat menjadi acuan bagi emiten lain untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi informasi, serta membangun praktik tata kelola yang konsisten.

Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kredibel dan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News