Kepercayaan Konsumen Thailand Naik pada Juli, Tembus Level 51,8



KONTAN.CO.ID - Kepercayaan konsumen Thailand meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada Juli 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh program stimulus pemerintah dan penurunan harga minyak.

Mengutip survei University of the Thai Chamber of Commerce yang dirilis Kamis (13/8/2026), indeks kepercayaan konsumen Thailand naik menjadi 51,8 pada Juli dari 50,7 pada Juni.

Baca Juga: Lenovo Raup Cuan dari Booming AI dan Cip Memori


Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi konsumsi domestik Thailand, meski masyarakat masih menghadapi sejumlah tekanan ekonomi.

University of the Thai Chamber of Commerce menyebut stimulus pemerintah dan penurunan harga minyak menjadi faktor utama yang menopang kepercayaan konsumen.

Pada Juni lalu, pemerintah Thailand meluncurkan program subsidi konsumen senilai 176 miliar baht atau sekitar US$5,32 miliar untuk membantu mengurangi beban biaya hidup masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari rencana pinjaman pemerintah senilai 400 miliar baht yang ditujukan untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak.

Selain stimulus pemerintah, kenaikan harga komoditas pertanian juga turut memperkuat kepercayaan konsumen.

Presiden University of the Thai Chamber of Commerce Thanavath Phonvichai mengatakan, kondisi tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap daya beli masyarakat.

Kekhawatiran masyarakat terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mulai mereda sehingga turut memberikan sentimen positif.

Baca Juga: Starbucks Korea Catat Rugi US$13,4 Juta Setelah Tersandung Kontroversi Kampanye

Masih Khawatir Ekonomi dan Lapangan Kerja

Meski meningkat, tingkat kepercayaan konsumen Thailand masih menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya optimistis terhadap kondisi ekonomi.

Thanavath mengatakan, konsumen masih mengkhawatirkan pemulihan ekonomi Thailand yang lambat, tingginya biaya hidup, serta kondisi lapangan pekerjaan.

Thailand merupakan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara. Namun, pertumbuhan ekonominya masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.

Pada tahun lalu, ekonomi Thailand tumbuh 2,4%.

Sementara itu, Kementerian Keuangan Thailand pada bulan lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,5% dari sebelumnya 1,6%. Revisi tersebut didukung oleh kinerja ekspor yang lebih kuat dan peningkatan permintaan domestik.

Baca Juga: Ford Pindahkan Produksi Mobil Lincoln dari China ke AS Mulai 2030

Kenaikan kepercayaan konsumen pada Juli menjadi indikasi bahwa stimulus pemerintah dan membaiknya sejumlah faktor ekonomi mulai memberikan dampak terhadap sentimen masyarakat.

Namun, tekanan biaya hidup dan lemahnya pemulihan ekonomi masih menjadi tantangan bagi konsumsi domestik Thailand.