Keppel Catatkan Kenaikan Laba Bersih Lebih dari 20%, Ditopang Infrastruktur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan investasi dan pengelola aset asal Singapura, Keppel Ltd, membukukan kenaikan laba bersih lebih dari 20% selama sembilan bulan pertama 2026.

Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis infrastruktur dan konektivitas, termasuk pusat data.

Mengutip Reuters, Kamis (29/10/2026), pertumbuhan tersebut dihitung dengan mengecualikan portofolio non-inti yang akan dilepas serta operasi yang dihentikan.


Baca Juga: Mandiri Utama Finance Catat Kenaikan Laba Bersih 9,4% pada Semester I-2026

Jika kedua komponen itu diperhitungkan, laba bersih Keppel justru turun 40%, terutama akibat penurunan 4% nilai aset bruto pada portofolio non-inti tersebut.

Pada segmen infrastruktur, bisnis pembangkit listrik terintegrasi mencatatkan pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 7%.

Kinerja ini didukung mulai beroperasinya secara komersial pembangkit listrik Keppel Sakra Cogen.

Sementara itu, segmen konektivitas yang mencakup bisnis pusat data turut mendorong pertumbuhan laba. Keppel diuntungkan oleh fokus bisnis pada pasar yang memiliki keterbatasan pasokan listrik serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penilaian investasi.

Di sisi pengelolaan aset, Keppel telah menambah dana kelolaan atau funds under management (FUM) sebesar S$ 19,5 miliar sejak awal 2026.

Baca Juga: Pendapatan Total Bangun (TOTL) Naik 22,75%, Laba Bersih Melonjak 54,6% di Semester I

Perusahaan juga telah melampaui target dana kelolaan S$ 100 miliar pada Juli 2026, lebih cepat dari target akhir tahun.

Keppel turut mencatatkan monetisasi aset sebesar S$3,7 miliar sejak awal tahun, melampaui target yang ditetapkan untuk 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk melepas aset non-inti dan mengoptimalkan alokasi modal.

“Hal ini akan membuka modal untuk membiayai pertumbuhan, mengurangi utang, dan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham,” kata CEO Keppel Loh Chin Hua.

Di pasar saham, harga saham Keppel sempat menguat hingga 2,4% pada perdagangan Kamis. Kenaikan tersebut menempatkan saham perusahaan di jalur penguatan harian terbaik dalam sebulan, sementara indeks acuan pasar Singapura naik 0,5%.