KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi X DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbaiki tata kelola dan standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus dugaan keracunan yang berdampak terhadap 512 orang di Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (1/9/2026). Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan insiden yang terjadi di Sidoarjo harus menjadi bahan evaluasi bagi BGN. Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak boleh sampai menimbulkan dampak kesehatan bagi penerima manfaat.
Baca Juga: Sebanyak 512 Orang Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari "Lagi-lagi masih terjadi hal seperti ini maka ada hal yang harus dievaluasi, ada hal yang harus diperhatikan sehingga jangankan jumlahnya puluhan maupun ratusan, satu saja tidak boleh terdampak apalagi keracunan dari proses atau tata kelola yang tidak baik," kata Lalu saat ditemui di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Politisi dari Fraksi PKB itu meminta BGN mengevaluasi pelaksanaan MBG sekaligus memperbaiki SOP yang selama ini menjadi acuan. Perbaikan tersebut dinilai penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi di sekolah maupun satuan pendidikan lainnya. "Silakan dievaluasi, SOP-nya diperbaiki, tapi kami dari Komisi X DPR RI mendorong agar tidak terjadi lagi hal-hal ini yang menimpa sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia," lanjutnya. Lalu menilai program MBG tetap perlu dilanjutkan karena memiliki tujuan yang baik. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi tata kelola yang lebih ketat sehingga manfaat program tidak justru menimbulkan persoalan bagi penerima. Menurutnya, Kepala BGN yang baru juga tengah berupaya memperbaiki tata kelola program tersebut. Namun, munculnya kembali kasus keracunan menunjukkan masih terdapat aspek yang perlu dibenahi. "Hari ini kita lihat Kepala BGN yang baru terus berikhtiar, berusaha, tata kelola bisa menjadi semakin baik. Tapi lagi-lagi masih terjadi hal seperti ini," kata Lalu.
Baca Juga: Kejar Target Pajak 2027 Rp 2.591 Triliun, Pemerintah Bakal Perluas Basis Pajak Lalu juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG menjalankan program sesuai SOP yang telah ditetapkan. Pengawasan terhadap proses penyediaan hingga distribusi makanan dinilai tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan. "Program ini sangat bagus, tolong siapa pun yang terlibat di penyuksesan program ini, untuk menyukseskan program ini harus betul-betul berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan," tegasnya.
Sebelumnya, BGN mencatat sebanyak 512 orang terdampak dalam insiden dugaan keracunan MBG di Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 80 orang masih menjalani perawatan, 312 orang telah dinyatakan sembuh dan 120 orang masih dalam observasi. BGN juga menjatuhkan
suspend berat selama 30 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur. BGN turut mengusulkan pencopotan dan pergantian kepala SPPG tersebut. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses investigasi BGN bersama Dinas Kesehatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News