Kerek Kinerja, Indonesian Paradise (INPP) Andalkan Bisnis Komersial dan Hospitality



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) terus memperkuat kontribusi bisnis komersial terhadap kinerja di sepanjang tahun ini.

Hingga semester I, perusahaan membukukan pendapatan di atas Rp800 miliar, dengan porsi  segmen komersial mencapai 30% terhadap total pendapatan.

Wakil Presiden Direktur INPP Surina menyatakan sepanjang periode tersebut kinerja segmen komersial terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan lebih dari 20% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi sejak kuartal ketiga tahun lalu.


“Sehingga turut memperkuat porsi recurring income Perseroan yang mencapai angka 70%-75%,” ungkap Surina, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Baca Juga: Haji Isam Bidik 62% Saham Bayan Resources (BYAN) Senilai US$ 3 Miliar

Pencapaian ini dikung pula oleh  perkembangan okupansi tenant dan traffic pengunjung di sejumlah properti komersial INPP. Hingga paruh pertama ini, realisasinya disebut  menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa portofolio komersial INPP antara lain, beachwalk Shopping Center, 23 Paskal Shopping Center, dan Park 23 Shopping Center misalnya.

“Ke depan, Perseroan optimistis momentum ini dapat terus berlanjut seiring dengan semakin optimalnya operasional dan aktivitas tenant di masing-masing destinasi,” ucapnya.

Dari sisi kontribusi, properti 23 Paskal Shopping Center masih memberikan porsi terbesar terhadap kinerja recurring income perusahaan. 

Namun, pertumbuhan segmen komersial tahun ini juga ditopang oleh 23 Semarang Shopping Center, yang saat pembukaan berhasil menarik hingga melebihi 40.000 pengunjung.

Saat ini, tingkat okupansi 23 Semarang telah mencapai di atas 60% dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan mulai beroperasinya lebih banyak tenant.

Di sisi lain, penguatan segmen hospitality juga terus dilakukan untuk memaksimalkan laju bisnis ke depan. Hingga paruh pertama tahun ini, segmen hospitaliy berhasil tumbuh 20% secara tahunan (yoy).

“Recurring income tetap menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. INPP terus mengoptimalkan aset komersial dan hospitality yang telah dimiliki untuk memperkuat pendapatan berulang,” tambah Surina.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Kejar Proyek RS Jantung Harapan Kita–Tokushukai, Progres 97,37%

Meski begitu, strategi diversifikasi bisnis melalui berbagai portofolio properti juga dilakukan perusahaan. Kontribusi pendapatan yang berasal dari berbagai segmen usaha memungkinkan INPP untuk tidak bergantung pada satu lini bisnis saja.

Karena itu, Portofolio properti mixed-use INPP menjadi salah satu keunggulan kompetitif, di mana setiap lini bisnis saling melengkapi dalam menjaga pertumbuhan dan profitabilitas.

INPP tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,39 miliar. Naik signifikan dibandingkan kerugian Rp 72,11 miliar pada semester I-2025.

Sementara pendapatan mencapai Rp 858,14 miliar, turun tipis 1,60% dibandingkan Rp 872 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News