Kerek Pangsa Pasar, Semen Baturaja (SMBR) Perkuat Sinergi dengan Pemprov Lampung



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) kian agresif memperkuat pasar di Provinsi Lampung seiring peluang besar dari proyek infrastruktur yang nilainya mencapai triliunan rupiah. 

Emiten semen ini menargetkan peningkatan pangsa pasar dari sekitar 60% menjadi 70% di wilayah tersebut.

Langkah ekspansi itu ditempuh melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah. 


Manajemen SMBR melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk membahas peluang kolaborasi proyek infrastruktur, sekaligus memastikan kesiapan pasokan semen di tengah lonjakan permintaan.

Baca Juga: Laba Melejit 310,83%, Semen Baturaja (SMBR) Lampaui Target Kinerja 2025

Komisaris Independen SMBR, Feryzal Adham, menegaskan Lampung menjadi pasar kunci dengan prospek pertumbuhan tinggi, terutama dari proyek jalan dan pembangunan berbasis beton.

“Kami melihat Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur, dan SMBR siap berperan aktif sebagai mitra strategis,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (10/4/2026).

Dari sisi bisnis, proyek infrastruktur menjadi motor utama peningkatan konsumsi semen. Sejumlah program seperti pembangunan jalan, Sekolah Rakyat, hingga proyek pemerintah dari APBN dan APBD diperkirakan mendorong kebutuhan semen hingga sekitar 375.000 ton.

 
SMBR Chart by TradingView

Secara nilai, proyek yang bersumber dari APBN, termasuk program Inpres Jalan Daerah (IJD), ditaksir mencapai Rp1,3 triliun. Sementara proyek di tingkat kabupaten/kota mendekati Rp2 triliun. 

Baca Juga: Simak Strategi Semen Baturaja (SMBR) Jaga Momentum Pertumbuhan Kinerja

Dari total tersebut, porsi penggunaan semen berada di kisaran 30%–33%, terutama untuk konstruksi jalan berbasis beton yang kini semakin diminati karena dinilai lebih efisien dan tahan lama.

Melihat peluang tersebut, SMBR menyiapkan strategi dari hulu ke hilir. Perusahaan memastikan kapasitas produksi mencukupi, memperkuat jaringan distribusi, serta menjaga kelancaran logistik agar pasokan tetap stabil dan tepat waktu, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta.

Selain faktor proyek, pertumbuhan ekonomi regional Lampung juga ikut menopang permintaan. Aktivitas sektor ritel yang meningkat serta geliat ekonomi di sejumlah kabupaten, khususnya Lampung Selatan, menjadi sinyal positif bagi konsumsi semen ke depan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut kolaborasi ini sebagai dorongan bagi percepatan pembangunan daerah. “Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan serta meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.

Baca Juga: Semen Baturaja (SMBR) Perkuat Strategi Bisnis dengan Penambahan Bidang Usaha

Dengan kombinasi proyek jumbo dan penguatan pasar regional, SMBR optimistis dapat memperbesar pangsa pasar sekaligus mengunci posisi sebagai pemasok utama semen dalam pembangunan infrastruktur di Lampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News