Kerja belum, isu reshuffle mengemuka



JAKARTA. Baru berjalan selama enam bulan, aroma perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja sudah kencang tercium. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan, dalam waktu dekat bakal ada reshuffle sejumlah menteri di kabinet pemerintahannya.

Kalla menilai, reshuffle diperlukan untuk meningkatkan kinerja kabinet. Pasalnya, kinerja beberapa menteri di Kabinet Kerja dinilai tidak memuaskan. "(Reshuffle) dalam beberapa bulan ke depan ini lah," ujar Kalla, di kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/5).

Sayang, Kalla enggan menyebut waktu yang tepat untuk mengumumkan reshuffle itu. Yang pasti, niat Kalla melakukan reshuffle belum dapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu di republik ini membantah ada rencana reshuffle. "Soal reshuffle tanya ke Pak JK (Jusuf Kalla) saja," tegas Jokowi.


Pernyataan presiden tersebut, jelas semakin memperkuat dugaan tak sejalannya Jokowi dan Kalla dalam menakhodai pemerintahan. Sebelumnya,  Jokowi-JK dikabarkan tak sejalan dalam mengambil kebijakan.

Jokowi: belum perlu

Sebut saja, misalnya, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak pada November tahun lalu, penghapusan ujian nasional di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, penghentian proyek pelabuhan Cilamaya, dan kini soal perombakan kabinet.

Sumber KONTAN membisikkan, isu reshuffle kabinet memang diembuskan Kalla dan sejumlah partai yang ingin kadernya masuk di pemerintahan. Antara lain, PDI Perjuangan, Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Gerindra. "Padahal, Jokowi belum merasa perlu reshuffle," kata sumber yang identitasnya minta tidak dikutip tersebut.

Tapi jika reshuffle terjadi, kata sumber, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bakal digeser menduduki pos Menteri BUMN alias mengganti Rini Soemarno.

Kabar lain yang beredar, Sri Mulyani Indrawati, mantan Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, dikabarkan bakal menggeser Sofyan Djalil di pos Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Lalu Sofyan menempati posisi Rini Soemarno.

Menteri Perindustrian Saleh Husin dikabarkan terkena reshuffle. Namun, saat dikonfirmasi, Saleh enggan komentar banyak. "Tanya yang lain saja. Saya yang penting kerja, kerja, dan kerja," kata Saleh.

Hendrawan Supratikno, politisi PDI Perjuangan menilai, ada tiga alasan menteri bidang ekonomi saat ini harus dirombak. Pertama, ada beberapa menteri yang ditempatkan tak sesuai dengan keahliannya.

Kedua, ada menteri yang hingga saat ini masih bingung dengan tugasnya. "Mungkin  mereka hanya membawa titipan sponsor," kritik Hendrawan. Ketiga, ada menteri hanya sibuk dengan acara-acara seremonial.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia