Kerjasama APEC dorong perdagangan dan arus investasi



TOKYO. Indonesia ternyata mempunyai peranan yang cukup penting dalam KTT APEC kali ini. Pada hari pertama konferensi tingkat tinggi (KTT) di Yokohama, Jepang, ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali relevansi Bogor Goal yang disepakati dalam KTT APEC tahun 1994 di Bogor, Indonesia. "Gagasan dari Bapak Presiden ini kemudian menjadi tema utama dalam KTT APEC kali ini sehingga muncul dokumen Yokohama Vision -- Bogor and Beyond," ujar Boediono, Wakil Presiden RI, dalam konferensi pers di hotel The Prince, Park Tower Tokyo, Minggu (14/11). Dalam Bogor Goal, ada tiga hal yang disepakati untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di negara-negara anggota APEC. Ketiga hal itu adalah liberalisasi perdagangan, fasilitasi yakni upaya untuk mendukung perdagangan dan meningkatkan kapasitas masing-masing anggota, dan pembangunan. "Ketiganya ini merupakan satu kesatuan dalam Bogor Goal," ujar Boediono. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, hingga tonggak pertama evaluasi (assesment) Bogor Goal pada tahun ini, APEC telah mencapai banyak kemajuan. Assesment ini menyimpulkan, tarif bea masuk di negara APEC turun dari rata-rata 16,9% pada tahun 1994 menjadi 6,6% pada 2008. "Sebagai komparasi, bea masuk Indonesia turun dari 30% pada 1994 menjadi 6% sekarang," imbuh Mari. Mari juga menyebut, pada periode yang sama, nilai perdagangan barang APEC meningkat pesat dari US$ 1,5 triliun menjadi US$ 6,2 triliun. Kemudian, perdagangan jasa naik sekita tiga kali lipat menjadi US$ 1,2 triliun dan arus investasi mencapai US$ 391 miliar. Hanya saja, dalam hal fasilitasi perdagangan dan investasi (trade and investment facilitazion), tingkat penurunan cost of doing business (ekonomi berbiaya tinggi) belum memuaskan, yakni baru turun 5%. "Masih banyak yang harus dilakukan dan inilah PR-nya," ujarnya. Untuk langkah ke depan, Mari mengatakan, Indonesia kembali dalam posisi mengingatkan agar APEC menyelesaikan Putaran Doha (Doha Round). Dalam deklarasi Yokohama, para pemimpin APEC juga menyepakati beberapa hal. Yakni, APEC berkomitmen untuk menciptakan supply chain community framework, di antaranya mengurangi ketidakefisienan sebesar 10% pada 2015, mengembangkan infrastruktur dan konektivitas. APEC juga berkomitmen untuk menciptakan perbaikan cost of doing business sebesar 25% pada 2015. Adapun untuk kemudian konektivitas para pelaku perdagangan, APEC mendorong penggunakan APEC Business Card. Dengan demikian, para pelaku perdagangan di kawasan APEC tidak perlu lagi visa. APEC juga akan mendorong kerjasama dalam hal financial inclusion atau keringanan khusus untuk kredit usaha mikro. Selain Leaders Declarition, KTT APEC di Yokohama menghasilkan tiga dokumen lain, yaitu Leaders Declaration, Leader Group Strategy, dan Pathway to Free Trade Asia Pacific.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie