Kerjasama dengan BPJS berkah bagi PT Pos



JAKARTA. Inisiatif Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra kerja seolah membawa angin segar bagi PT Pos Indonesia. Terbayang sudah tambahan pendapatan yang akan diterima PT Pos Indonesia.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Poernomo mengatakan, pihaknya siap menerima mandat dari BPJS Kesehatan dalam mendistribusikan kartu Indonesia sehat (KIS). Selain itu, PT Pos juga akan menjalankan tugas berupa penyampaian informasi kepada peserta BPJS Kesehatan.

Informasi yang nantinya dikirimkan melalui surat ini meliputi informasi pelayanan kesehatan, informasi kepesertaan, dan surat pengingat tunggakan iuran. Dengan demikian, peranan PT Pos sangat besar.


"Kami melihat potensi pendapatan dari kerja sama ini sangat besar. Untuk angkanya kami masih menghitung," ungkap Poernomo, Rabu (16/9).

Menurut Poernomo, BPJS Kesehatan sangat tepat bermitra dengan PT Pos Indonesia. Sebab, jaringan PT Pos sangat luas dan tersebar hingga pelosok-pelosok. Kini, outlet PT Pos Indonesia mencapai 4.300 outlet. Akses PT Pos yang tersedia di setiap kecamatan mempermudah masyarakat untuk menjangkaunya.

Nantinya, pembayaran melalui PT Pos akan dikenakan biaya administrasi. Namun besarannya belum diketuk palu. Sebagai gambaran, pembayaran pajak yang dilakukan masyarakat melalui PT Pos dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000 per transaksi.

Adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini menjadikan PT Pos Indonesia sebagai layanan one stop service dengan cakupan mulai dari pembayaran listrik, telepon, PAM, hingga kini iuran BPJS Kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri