JAKARTA. Berdasarkan hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) terlihat bahwa investor Surabaya memiliki kesadaran berinvestasi yang lebih rendah dibandingkan investor Jakarta dan Medan. Salah satu tolok ukurnya adalah dengan bercermin dari produk investasi yang dipilih rata-rata hanya berjumlah dua produk, sedangkan Jakarta dan Medan bisa memiliki hingga empat produk. Adapun instrumen investasi yang dipilih cenderung konservatif. Lihat saja 98% investor Surabaya memilih investasi dalam bentuk dana tunai, 83% dalam bentuk properti, dan 78% berbentuk barang-barang antik, seni dan perhiasan. Produk pasar modal yang menjanjikan imbal hasil lebih baik seperti saham, pendapatan tetap dan reksa dana justru tidak dilirik. Hal ini kembali bertolak belakang dengan harapan tingkat imbal hasil investasi di tahun 2015 yakni 22,3%. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan harapan imbal hasil investor Jakarta dan Medan.
Kesadaran berinvestasi orang Surabaya rendah
JAKARTA. Berdasarkan hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) terlihat bahwa investor Surabaya memiliki kesadaran berinvestasi yang lebih rendah dibandingkan investor Jakarta dan Medan. Salah satu tolok ukurnya adalah dengan bercermin dari produk investasi yang dipilih rata-rata hanya berjumlah dua produk, sedangkan Jakarta dan Medan bisa memiliki hingga empat produk. Adapun instrumen investasi yang dipilih cenderung konservatif. Lihat saja 98% investor Surabaya memilih investasi dalam bentuk dana tunai, 83% dalam bentuk properti, dan 78% berbentuk barang-barang antik, seni dan perhiasan. Produk pasar modal yang menjanjikan imbal hasil lebih baik seperti saham, pendapatan tetap dan reksa dana justru tidak dilirik. Hal ini kembali bertolak belakang dengan harapan tingkat imbal hasil investasi di tahun 2015 yakni 22,3%. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan harapan imbal hasil investor Jakarta dan Medan.