Kesan Anindya Bakrie Setelah Bertemu Bos Tesla Elon Musk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rombongan Kemenko Marinvest RI didampingi beberapa pengusaha yang tergabung dalam KADIN Indonesia melakukan lawatan ke Amerika Serikat dan singgah ke markas teranyar pabrikan mobil listrik Tesla di Austin, Texas, Senin (25/04) waktu setempat.

Tujuannya memperkuat keterlibatan negara-negara anggota G20 serta kontribusi kalangan bisnis internasional, khususnya dalam hal mendorong lahirnya industri yang lebih hijau dan pencapaian target net zero emission 2050.

Anindya Bakrie, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), turut bergabung dalam rombongan tersebut mendampingi Menko Marinvest RI, Luhut Binsar Pandjaitan serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan P Roeslani.


Baca Juga: Wall Street: Nasdaq Merosot 2% Jelang Rilis Laporan Pendapatan Big Tech

“Senang sekali bisa berjumpa langsung dengan Elon Musk dan berdiskusi panjang tentang Tesla serta industri elektrifikasi transportasi. Saat ini, salah satu kiblat dunia akan kemajuan industri EV (Electric Vehicle) adalah Tesla. Jadi memang amat banyak yang dapat kita pelajari dari pertemuan tadi,” kata Anindya Bakrie dalam keterangan persnya, Selasa (26/4).

Seperti diketahui, saat ini Grup Bakrie melalui unit usaha VKTR (dibaca: Vektor) telah memulai upaya industrialisasi di bidang elektrifikasi transportasi di tanah air, dan telah menjalin kerjasama strategis dengan beberapa mitra baik di dalam maupun luar negeri.

“Bulan lalu kami menandatangani kesepakatan dengan produsen baterai ramah lingkungan BritishVolt di Inggris dalam hal penyediaan bahan baku baterai. Sebelumnya, VKTR juga telah bermitra dengan pemain EV global, BYD Auto,” paparnya.

Dengan mitra lokal, VKTR juga tercatat telah mengikat kerja sama dengan manufaktur badan bus Tri Sakti di Magelang, Jawa Tengah.

Anindya juga menyatakan kekagumannya melihat fasilitas produksi yang digunakan di Gigafactory terbaru milik Tesla di kota Austin, Texas, Amerika Serikat itu.

“Luar biasa. Semua bagian lini produksi baik lini mobil maupun baterai dirancang dan dijalankan secara rapih dan amat efektif,” puji Anin.

Pabrik seluas lebih dari 1.000 hektar yang dijuluki “Tesla Giga Texas” itu dikatakan memiliki kapasitas produksi mobil terbesar di Amerika, dan baru saja diresmikan penggunaannya di awal bulan ini.

Dalam kesempatan itu, Anindya bersama rombongan juga membuka diskusi dengan Elon Musk terkait penjajakan kerja sama antara Tesla dengan pihak Indonesia dalam hal investasi penyediaan dan pemrosesan bahan baku baterai mobil listrik, serta penggunaan teknologi baru baterai sebagai komponen struktural mobil listrik masa depan.

“Bulan lalu, Presiden Jokowi sempat mengungkap keinginan menjadikan Indonesia pemain besar dunia di bidang industri kendaraan listrik. Kami harap, hasil pertemuan hari ini dapat menjadi langkah awal yang baik dari pencapaian cita-cita besar tersebut,” kata Anin.

Baca Juga: Akuisisi Twitter oleh Elon Musk Akan Jadi Salah Satu Akuisisi Terbesar

“Melalui VKTR, kami pun di Grup Bakrie telah mencanangkan tekad untuk dapat secara aktif membantu membangun ekosistem industri EV di Indonesia. Kami tidak hanya ingin memilih atau menjalankan sebagian saja proses manufakturnya, melainkan membangun industri secara lengkap dari hulu hingga hilir. Mohon doa agar semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Anindya Bakrie menutup pembicaraan dengan menyinggung undangannya kepada Elon Musk untuk datang ke Indonesia.

“Di akhir pertemuan, kami juga sempat memaparkan program G20/B20 yang disiapkan oleh Indonesia, termasuk mengundang beliau untuk bergabung ke International Advisory Caucus B20 dan hadir di acara B20 di Bali, pertengahan November nanti,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto