KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman menilai, surplus keseimbangan primer APBN sebesar Rp154 triliun hingga Agustus 2026 belum cukup untuk menunjukkan penguatan fiskal secara struktural. Menurutnya, meski defisit APBN masih terkendali di level 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), pemerintah tetap perlu mewaspadai tingginya beban bunga utang serta memastikan belanja negara mampu memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian. "Secara headline, APBN Agustus 2026 membaik, di mana keseimbangan primer surplus Rp 154 triliun dan defisit hanya 0,93% terhadap PDB. Namun, ini baru menunjukkan fiskal terkendali secara jangka pendek, belum membuktikan APBN semakin kuat secara struktural," ujar Rizal kepada Kontan, Minggu (20/9/2026).
Keseimbangan Primer Surplus Rp 154 T, INDEF: Belanja APBN Belum Cukup Dorong Ekonomi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman menilai, surplus keseimbangan primer APBN sebesar Rp154 triliun hingga Agustus 2026 belum cukup untuk menunjukkan penguatan fiskal secara struktural. Menurutnya, meski defisit APBN masih terkendali di level 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), pemerintah tetap perlu mewaspadai tingginya beban bunga utang serta memastikan belanja negara mampu memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian. "Secara headline, APBN Agustus 2026 membaik, di mana keseimbangan primer surplus Rp 154 triliun dan defisit hanya 0,93% terhadap PDB. Namun, ini baru menunjukkan fiskal terkendali secara jangka pendek, belum membuktikan APBN semakin kuat secara struktural," ujar Rizal kepada Kontan, Minggu (20/9/2026).
TAG: