KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan menjadi tantangan bagi tenaga pengajar. Guru dituntut meningkatkan kemampuan digital agar dapat mengimbangi penggunaan teknologi yang semakin akrab dengan keseharian siswa. Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengkhawatirkan kesenjangan kemampuan penggunaan AI antara guru dan murid. Menurutnya, tenaga pendidik perlu memahami pemanfaatan teknologi tersebut agar tetap dapat mengarahkan proses pembelajaran. "Kami melihat rasanya gurunya harus mengetahui seperti apa penggunaan AI khususnya di bidang pendidikan," ujar Fahmi, Rabu (23/9).
Kesenjangan Penguasaan Kecerdasan Buatan Guru dan Siswa Jadi Tantangan Pendidikan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan menjadi tantangan bagi tenaga pengajar. Guru dituntut meningkatkan kemampuan digital agar dapat mengimbangi penggunaan teknologi yang semakin akrab dengan keseharian siswa. Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengkhawatirkan kesenjangan kemampuan penggunaan AI antara guru dan murid. Menurutnya, tenaga pendidik perlu memahami pemanfaatan teknologi tersebut agar tetap dapat mengarahkan proses pembelajaran. "Kami melihat rasanya gurunya harus mengetahui seperti apa penggunaan AI khususnya di bidang pendidikan," ujar Fahmi, Rabu (23/9).