Kesepakatan AS-Korsel, Trump Sebut Ada Investasi US$ 8,4 Miliar untuk Minyak



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan AS dengan Korea Selatan mencakup investasi US$ 8,4 miliar untuk proyek enhanced oil recovery (EOR), yang bertujuan meningkatkan produksi minyak dari ladang minyak yang telah menua.

Trump menyampaikan hal tersebut melalui Truth Social pada Jumat (2/10/2026). Menurut dia, proyek tersebut akan menggunakan teknologi EOR untuk memompa gas ke dalam ladang minyak guna mendorong sisa minyak mentah keluar dan meningkatkan produksi.

"Kesepakatan dengan Republik Korea terus menjadi lebih baik! US$ 8,4 miliar untuk proyek enhanced oil recovery. Memproduksi lebih banyak minyak dan gas berarti dominasi energi dan keamanan energi Amerika untuk masa depan dunia," tulis Trump.


Baca Juga: Calon Pengantin di China Tengah Gandrung Membuat Drama Pendek untuk Pernikahan

Teknologi EOR umumnya menggunakan karbon dioksida (CO2) yang dipompa ke dalam reservoir minyak untuk membantu meningkatkan perolehan minyak. Teknologi tersebut mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan minyak besar, tetapi ditentang sejumlah kelompok lingkungan.

Kelompok lingkungan menilai EOR bukan solusi iklim karena teknologi tersebut berpotensi memperpanjang ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Pengumuman investasi ini menjadi bagian dari rangkaian kesepakatan ekonomi dan investasi yang tengah ditekankan Trump menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS pada November.

Trump juga tengah menghadapi kekhawatiran pemilih terkait perang dengan Iran dan tingginya harga bensin. Kesepakatan investasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah AS untuk menunjukkan perkembangan agenda ekonomi dan energi.

Sebelumnya, Trump pada Rabu (30/9) mengumumkan rencana Korea Selatan untuk menginvestasikan US$ 200 miliar pada sejumlah proyek di AS.

Namun, pemerintah Korea Selatan dengan cepat menegaskan bahwa salah satu proyek utama, yakni pembangunan pipa senilai US$ 54 miliar untuk proyek LNG di Alaska, belum menjadi kesepakatan final.

Selain proyek tersebut, Trump mengatakan paket investasi Korea Selatan juga mencakup pembangunan delapan pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar, pipa gas alam, serta fasilitas pembangkit listrik berkapasitas 6 gigawatt di Texas.

Rangkaian proyek tersebut menjadi bagian pertama dari paket investasi strategis yang lebih luas senilai US$ 350 miliaryang disepakati Korea Selatan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan Washington pada tahun lalu.

Dari total paket tersebut, sekitar US$ 150 miliar dialokasikan untuk sektor pembuatan kapal.

Baca Juga: Review OPEC+ untuk Tentukan Kuota Minyak 2027 Ditunda Imbas Perang Iran

Proyek pipa Alaska juga memiliki arti politik karena Alaska menjadi salah satu wilayah yang dipantau dalam pemilu mendatang. Senator Partai Republik Dan Sullivan menghadapi persaingan pemilihan kembali dengan kandidat Partai Demokrat Mary Peltola.

Meski demikian, pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa proyek Alaska LNG hanya akan dilanjutkan apabila memenuhi sejumlah persyaratan komersial dan hukum.

Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengatakan proyek Alaska LNG akan ditinjau untuk menilai kelayakan ekonominya serta memastikan kesesuaiannya dengan prosedur hukum yang berlaku.