KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesepakatan perdagangan timbal balik antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menuai kritik. Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai kesepakatan tersebut sangat timpang dan justru menempatkan Indonesia pada posisi yang merugikan di banyak aspek. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyayangkan isi kesepakatan tersebut karena Indonesia dinilai kalah dalam segala aspek perundingan. Menurutnya, penetapan tarif resiprokal 19% tidak bisa langsung dianggap sebagai kemenangan bagi Indonesia karena sangat bergantung pada hambatan non-tarif. "Salah satu kesepakatan yang jadi masalah adalah keharusan impor produk energi dari AS serta 98% lebih produk AS mendapatkan tarif nol persen ke Indonesia. Jadi sangat ketara 'ketimpangan' dagang yang disepakati. Indonesia hanya berpotensi mendapatkan nol tarif ke AS untuk beberapa produk holtikultura, salah satunya sawit," ujarnya kepada Kontan Jumat (20/2/2026).
Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Timpang, Celios: Indonesia Kalah Telak!
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesepakatan perdagangan timbal balik antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menuai kritik. Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai kesepakatan tersebut sangat timpang dan justru menempatkan Indonesia pada posisi yang merugikan di banyak aspek. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyayangkan isi kesepakatan tersebut karena Indonesia dinilai kalah dalam segala aspek perundingan. Menurutnya, penetapan tarif resiprokal 19% tidak bisa langsung dianggap sebagai kemenangan bagi Indonesia karena sangat bergantung pada hambatan non-tarif. "Salah satu kesepakatan yang jadi masalah adalah keharusan impor produk energi dari AS serta 98% lebih produk AS mendapatkan tarif nol persen ke Indonesia. Jadi sangat ketara 'ketimpangan' dagang yang disepakati. Indonesia hanya berpotensi mendapatkan nol tarif ke AS untuk beberapa produk holtikultura, salah satunya sawit," ujarnya kepada Kontan Jumat (20/2/2026).