KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ambisi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 terus didorong lewat hilirisasi industri, khususnya nikel. Namun, di balik derasnya pembangunan smelter dan investasi, muncul persoalan mendasar: kesiapan sumber daya manusia (SDM) teknik yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan industri. Selama ini, hilirisasi kerap dipersepsikan sebatas pembangunan fasilitas pengolahan. Padahal, dalam jangka panjang, penentu keberhasilan justru terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas tenaga kerja. Tanpa itu, nilai tambah yang dihasilkan berisiko tidak optimal. Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045, target menjadi negara maju saat 100 tahun kemerdekaan. Strategi ini diharapkan mendorong ekspor bernilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.
Kesiapan SDM yang Masih Minim Jadi Tantangan Hilirisasi Nikel
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ambisi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 terus didorong lewat hilirisasi industri, khususnya nikel. Namun, di balik derasnya pembangunan smelter dan investasi, muncul persoalan mendasar: kesiapan sumber daya manusia (SDM) teknik yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan industri. Selama ini, hilirisasi kerap dipersepsikan sebatas pembangunan fasilitas pengolahan. Padahal, dalam jangka panjang, penentu keberhasilan justru terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas tenaga kerja. Tanpa itu, nilai tambah yang dihasilkan berisiko tidak optimal. Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045, target menjadi negara maju saat 100 tahun kemerdekaan. Strategi ini diharapkan mendorong ekspor bernilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.
TAG: