MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, apa saja tanda asam urat tinggi dan penyebabnya? Mari simak selengkapnya di sini! Dalam jumlah yang wajar, asam urat tidak menimbulkan masalah karena tubuh dapat mengeluarkannya melalui urin dan feses. Namun, jika kadar asam urat terlalu tinggi, dapat terjadi kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia. Hiperurisemia bisa menyebabkan pembentukan kristal asam urat di persendian, ginjal, dan jaringan lainnya, yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk asam urat (gout) dan batu ginjal.
Untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, penting untuk mengenali tanda asam urat tinggi serta mengetahui penyebabnya. Baca Juga: 10 Ciri-ciri Asam Urat Tinggi yang Patut Anda Waspadai Tanda Asam Urat Tinggi Melansir dari laman Cleveland Clinic, di bawah ini adalah beberapa tanda asam urat tinggi:
- Nyeri hebat yang datang tiba-tiba.
- Perubahan warna kulit atau kemerahan di area sendi.
- Kekakuan yang membuat sendi sulit digerakkan.
- Pembengkakan pada area sekitar sendi.
- Sensitivitas tinggi, bahkan terhadap sentuhan ringan seperti terkena selimut.
- Sensasi panas atau terbakar di sendi yang terkena.
- Nyeri di punggung bawah atau bagian samping tubuh.
- Mual atau muntah, biasanya akibat rasa nyeri yang hebat.
- Demam atau menggigil, yang bisa menjadi tanda adanya infeksi.
- Darah dalam urin, yang menyebabkan warna urin menjadi kemerahan atau kecoklatan.
- Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil.
- Kesulitan atau tidak bisa buang air kecil sama sekali.
- Sering merasa ingin buang air kecil.
- Urin berbau tidak sedap atau tampak keruh.
- Daging merah, seperti daging sapi dan kambing.
- Jeroan, seperti hati, ginjal, dan otak.
- Makanan laut, termasuk salmon, udang, lobster, dan sarden.
- Makanan atau minuman dengan pemanis fruktosa tinggi, seperti soda dan makanan kemasan tertentu.
- Alkohol, terutama bir, termasuk bir non-alkohol.
- Diuretik atau obat yang membantu mengeluarkan cairan tubuh.
- Obat imunosupresan, yang sering digunakan untuk pasien transplantasi organ atau penyakit autoimun.
- Laki-laki, lebih berisiko dibandingkan perempuan.
- Orang dengan obesitas, karena metabolisme tubuh yang lebih lambat dalam membuang asam urat.
- Konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat menghambat pembuangan asam urat dari tubuh.
- Sering mengonsumsi makanan tinggi purin, yang meningkatkan produksi asam urat.
- Riwayat keluarga dengan hiperurisemia atau asam urat, karena faktor genetik juga berperan.
- Penderita hipotiroidisme, karena gangguan tiroid dapat memperlambat proses pembuangan asam urat.