KONTAN.CO.ID - Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer AS menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara. Insiden ini terjadi di tengah upaya Presiden AS Donald Trump memperketat tekanan terhadap Venezuela, termasuk melalui embargo minyak yang ditargetkan. The Hill melaporkan, kapal tanker bernama Bella-1 itu dihentikan dan dinaiki pasukan AS dalam operasi gabungan dengan militer Inggris sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Kapal tersebut berlayar di perairan internasional antara Skotlandia dan Islandia, dan dilaporkan dikawal oleh kapal selam Rusia. Kementerian Transportasi Rusia menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menggunakan kekuatan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di yurisdiksi negara lain. Sejumlah senator AS pun mulai mempertanyakan dampak lanjutan dari tindakan tersebut. Senator Richard Blumenthal menyebut penyitaan ini berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi yang lebih luas antara Washington dan Moskow.
Ketegangan Memuncak: AS Sita Kapal Tanker Rusia di Atlantik
KONTAN.CO.ID - Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer AS menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara. Insiden ini terjadi di tengah upaya Presiden AS Donald Trump memperketat tekanan terhadap Venezuela, termasuk melalui embargo minyak yang ditargetkan. The Hill melaporkan, kapal tanker bernama Bella-1 itu dihentikan dan dinaiki pasukan AS dalam operasi gabungan dengan militer Inggris sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Kapal tersebut berlayar di perairan internasional antara Skotlandia dan Islandia, dan dilaporkan dikawal oleh kapal selam Rusia. Kementerian Transportasi Rusia menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menggunakan kekuatan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di yurisdiksi negara lain. Sejumlah senator AS pun mulai mempertanyakan dampak lanjutan dari tindakan tersebut. Senator Richard Blumenthal menyebut penyitaan ini berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi yang lebih luas antara Washington dan Moskow.
TAG: