Keterisian kasur rumah sakit sudah 72%, Jokowi: Hati-hati



KONTAN.CO.ID - KENDARI. Tingkat eterisian kasur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit ikut melonjak setelah kasus Covid-19 mengganas.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, saat ini BOR rumah sakit di Indonesia mencapai 72% secara nasional. Angka tersebut melonjak tinggi dibandingkan bulan Mei yang hanya sebesar 28%.

"Tidak ada satu bulan melompat menjadi 72%, nasional. Hati-hati mengenai ini," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu (30/6).


Angka tersebut melampaui lonjakan yang terjadi pada puncak kasus Covid-19 Januari lalu sebesar 66%. Salah satu pemicu lonjakan kasus saat ini adalah berkembangnya varian baru Covid-19 dan dampak dari tingginya mobilitas selama periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (30/6): Rekor lagi, tambah 21.807 kasus

Tidak hanya rumah sakit, Jokowi juga menyampaikan kondisi tempat isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet yang hampir mencapai 100%. Saat ini BOR wisma atlet mencapai 90%.

"Pertengahan bulan Mei, 18 Mei mencapai 15%, dari 92% sudah turun jadi 15%," terang Jokowi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah sudah mengantisipasi lonjakan kasus saat ini. Tidak hanya ketersediaan ruang rawat rumah sakit, tetapi juga tenaga kesehatan, obat-obatan, dan alat kesehatan yang dibutuhkan.

"Pemerintah sudah mengantisipasi sejak sebelum lebaran dengan mempersiapkan rumah sakit, mempersiapkan obatnya, tenaga kesehatannya sudah divaksin, oksigen juga kita sudah lengkapi," kata Budi.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan juga telah mengonversi 3 rumah sakit menjadi rumah sakit khusus Covid-19. Antara lain adalah Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, RS Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan.

Selain itu upaya lain juga dilakukan dengan membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi ruang rawat isolasi bagi pasien Covid-19. Pemerintah juga menambah 5.000 ruangan fasilitas isolasi di rumah susun Pasar Rumput dan rumah susun Nagrak.

Namun, upaya tersebut perlu dibarengi dengan pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Oleh karena itu Budi meminta agar masyarakat terus mendisiplinkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga hari ini terdapat 239.368 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. angka tersebut bertambah 10.533 kasus dibandingkan hari sebelumnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Jokowi umumkan rencana PPKM darurat di depan pelaku usaha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat