JAKARTA. Rupiah kembali menguat. Di pasar spot, USD/IDR turun 2,13% ke 9.618. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 5 poin ke 9.680.Head of Trading Commonwealth Bank Veni Kriswandi mengatakan, intervensi BI dengan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan energi BUMN untuk menyediakan permintaan dollar AS menguatkan rupiah. Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, sentimen eksternal menjadi sentimen penggerak rupiah. Salah satunya hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) tentang stimulus dan pertemuan Eurogroup. Dia memperkirakan, hasil pertemuan BoJ akan sedikit mengecewakan pasar. “Mungkin keputusannya ada pembelian aset namun terbatas,” ungkap dia.Sementara, dari pertemuan Eurogroup tidak akan membahas krisis tapi hanya membahas pergantian Ketua Eurogroup baru. Karena itu, Zulfirman meramal, rupiah hari ini akan melemah.
Ketersediaan dollar AS menguatkan rupiah
JAKARTA. Rupiah kembali menguat. Di pasar spot, USD/IDR turun 2,13% ke 9.618. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 5 poin ke 9.680.Head of Trading Commonwealth Bank Veni Kriswandi mengatakan, intervensi BI dengan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan energi BUMN untuk menyediakan permintaan dollar AS menguatkan rupiah. Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, sentimen eksternal menjadi sentimen penggerak rupiah. Salah satunya hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) tentang stimulus dan pertemuan Eurogroup. Dia memperkirakan, hasil pertemuan BoJ akan sedikit mengecewakan pasar. “Mungkin keputusannya ada pembelian aset namun terbatas,” ungkap dia.Sementara, dari pertemuan Eurogroup tidak akan membahas krisis tapi hanya membahas pergantian Ketua Eurogroup baru. Karena itu, Zulfirman meramal, rupiah hari ini akan melemah.