Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik Menekan Bisnis Travel Haji dan Umrah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Ketidakpastian ekonomi domestik dan dinamika geopolitik menjadi tantangan bagi bisnis perjalanan haji dan umrah. Dampaknya mulai terasa. Baik dari sisi minat masyarakat untuk berangkat maupun kelancaran penerbangan menuju Arab Saudi.

Contohnya gangguan penerbangan yang terjadi pada jemaah travel lain. Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 400 jemaah umrah terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit akibat penyesuaian rute menyusul konflik di kawasan tersebut.

Direktur Pengembangan Bisnis PT NRA, Muhammad Atsiir Abdul Azis mengatakan, sejumlah penerbangan transit mengalami penjadwalan ulang akibat penyesuaian rute. Namun, penerbangan langsung ke Arab Saudi masih berjalan normal.


“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari Arab Saudi untuk menghentikan penerbangan,” ujarnya, Senin (2/11), seperti dikutip dari Kompas.com. 

Baca Juga: NTT Perluas Bisnis Data Center di Indonesia, Singapura Mulai Kehabisan Daya dan Lahan

Selain itu, kondisi ekonomi dalam negeri turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk mendaftar perjalanan ibadah. Calon jemaah kini lebih mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum memutuskan berangkat.

Menghadapi kondisi tersebut, NRA berupaya menawarkan paket dengan harga kompetitif sembari menjaga kualitas pelayanan. Perusahaan tours and travel itu saat ini memberangkatkan sekitar 1.000 jemaah setiap bulan.

NRA sendiri menyiapkan pendampingan jemaah melalui tim yang terdiri dari pemimpin perjalanan dari kalangan ustaz dan tenaga medis. Meski banyak tantangan, NRA Group meraih predikat Top Spender 1 dalam BSi Expo 2026 di Jakarta. Penghargaan itu diberikan berdasarkan nilai penjualan tertinggi selama pameran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News