Ketidakpastian Global Tinggi, Suahasil Pastikan APBN 2027 Tetap Kredibel



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tetap disusun secara kredibel dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Suahasil mengatakan, penyusunan APBN 2027 dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai risiko global, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan dunia, hingga potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

"Pembahasan RAPBN 2027 dilaksanakan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Ketegangan geopolitik, meningkatnya fragmentasi perdagangan dunia, keseluruhannya berpotensi mengganggu jalur rantai pasok, meningkatkan volatilitas harga, serta menambah tekanan inflasi dan ketidakpastian di pasar keuangan," kata Suahasil dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (29/9/2026).


Baca Juga: Inflasi September 2026 Diprediksi Naik Jadi 3,28%, Didorong Kenaikan Harga Cabai

Menurutnya, risiko perlambatan ekonomi global juga dapat mempengaruhi prospek perdagangan dan aktivitas ekonomi domestik.

Selain itu, perubahan kebijakan suku bunga di sejumlah negara maju berpotensi berdampak terhadap kondisi keuangan global dan minat investor terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, Suahasil mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45%, sementara inflasi tetap terkendali, arus modal masuk meningkat, dan cadangan devisa berada pada level yang aman.

"Kita bersyukur bahwa di tengah tantangan global yang tidak mudah tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat," katanya.

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 juga dinilai tetap solid. Pendapatan negara masih tumbuh, sementara belanja negara tumbuh kuat dengan defisit yang terkendali sebesar 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Ini menegaskan bahwa APBN tetap menjadi instrumen yang kredibel untuk menumbuhkan ekonomi dan melindungi masyarakat," katanya.

Suahasil menambahkan, fleksibilitas APBN juga akan tetap dipertahankan pada 2027. Menurutnya, APBN harus mampu merespons berbagai tantangan sekaligus menjaga disiplin fiskal.

Dalam APBN 2027, pemerintah dan DPR menyepakati kebijakan fiskal yang ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur. Defisit APBN ditetapkan sebesar 2,4% terhadap PDB, masih berada di bawah batas 3% PDB.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Diramal Kembali Defisit Pada Agustus 2026, Ini Penyebabnya

Adapun pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.435,1 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp 4.106,3 triliun. Pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp 671,2 triliun.

Suahasil menegaskan besarnya anggaran tersebut bukan sekadar target fiskal, tetapi juga membawa tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap rupiah anggaran dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Arsitektur RAPBN 2027 didesain untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, merespons ketidakpastian global dan mempercepat pencapaian agenda prioritas pembangunan nasional tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News