KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian kelanjutan insentif kendaraan listrik pada 2026 dinilai berpotensi menguji keberlanjutan pertumbuhan pasar electric vehicle (EV) nasional. Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menilai arah kebijakan fiskal akan menentukan apakah momentum elektrifikasi tetap terjaga atau melambat. Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian Patia Junjungan Monangdo mengatakan, hingga kini pemerintah masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan terkait kelanjutan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang berakhir pada Desember 2025. “Kami sudah mengirimkan usulan insentif ke Kementerian Keuangan. Saat ini masih menunggu keputusan final,” kata Patia di JIExpo Kemayoran, Selasa (10/2).
Ketidakpastian Insentif 2026 Berpotensi Tekan Pertumbuhan Kendaraan Listrik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian kelanjutan insentif kendaraan listrik pada 2026 dinilai berpotensi menguji keberlanjutan pertumbuhan pasar electric vehicle (EV) nasional. Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menilai arah kebijakan fiskal akan menentukan apakah momentum elektrifikasi tetap terjaga atau melambat. Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian Patia Junjungan Monangdo mengatakan, hingga kini pemerintah masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan terkait kelanjutan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang berakhir pada Desember 2025. “Kami sudah mengirimkan usulan insentif ke Kementerian Keuangan. Saat ini masih menunggu keputusan final,” kata Patia di JIExpo Kemayoran, Selasa (10/2).