Ketidakpastian Tarif AS Dorong Emas Sentuh Level Tertinggi Sejak Januari



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas naik ke level tertinggi dalam tiga minggu pada Senin (23/2/2026). Kenaikan ini terdorong oleh lonjakan permintaan safe-haven akibat ketidakpastian terkait rencana tarif Presiden AS Donald Trump. Hal ini muncul setelah Trump berjanji akan menaikkan bea impor menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menolak tarif sebelumnya.

Harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 5.150,59 per ons pada pukul 21.08 WIB, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari. Logam mulia ini sempat mencapai rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 1,8% menjadi US$ 5.171,20 per ons.


Baca Juga: AS Putuskan Tarif Panel Surya dari India, Indonesia & Laos

"Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia, dan dengan pasar yang relatif sepi selama Tahun Baru Imlek, kami memperkirakan harga emas bisa naik tajam minggu ini saat aktivitas perdagangan meningkat," ujar Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Pada Senin, Presiden Trump kembali mengkritik keputusan Mahkamah Agung yang menolak rencananya, setelah pada Sabtu lalu mengumumkan kenaikan tarif sementara untuk semua impor AS dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan oleh hukum.

China daratan, salah satu konsumen emas terbesar, masih tutup untuk libur Tahun Baru Imlek dan dijadwalkan buka kembali pada Selasa.

"Dalam jangka panjang selama beberapa kuartal ke depan, kami memperkirakan harga emas akan terus naik dan kemungkinan mencatat rekor baru," tambah Christian.

Data terakhir menunjukkan inflasi inti AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, sementara pertumbuhan ekonomi melambat tajam pada kuartal keempat, kombinasi yang bisa mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Pasar menunggu sinyal dari sejumlah pejabat Fed minggu ini yang bisa memberikan petunjuk lebih jelas tentang arah kebijakan, serta perkembangan terbaru mengenai hubungan AS dan Iran.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah

Emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, cenderung berkinerja baik ketika suku bunga rendah.

Harga perak spot naik 2,2% menjadi US$ 86,42 per ons, tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Platinum naik tipis 0,3% menjadi US$ 2.150,75 per ons, sementara paladium bertambah 0,4% menjadi US$ 1.755,50 per ons.

Selanjutnya: Berkat Efisiensi dan Akuisisi, Kinerja Sawit Sumbermas (SSMS) Diprediksi Makin Solid

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan