KONTAN.CO.ID - LONDON. Selama tiga dekade, Soho House menjual satu hal yang tak bisa dibeli sembarang orang yaitu kemewahan pribadi. Dari sebuah rumah kota di Greek Street, Soho, klub ini tumbuh menjadi simbol gaya hidup kelas dunia, tempat para pebisnis, selebritas, dan pembuat tren saling bertemu di balik pintu yang tidak sembarang orang bisa membukanya. Tapi kini, status Soho House sedang goyah. Mimpi perusahaan ini kembali jadi perusahaan tertutup jadi tak pasti. Kesepakatan akuisisi senilai US$ 1,8 miliar yang seharusnya mengakhiri perjalanan Soho House sebagai perusahaan terbuka berubah menjadi drama baru. MCR Hotels, perusahaan perhotelan raksasa asal Amerika Serikat (AS), yang memimpin konsorsium pembeli, mengaku tak sanggup memenuhi komitmen pendanaan US$ 200 juta. Padahal, rencana kembali jadi perusahaan tertutup ini semula diposisikan sebagai jalan keluar dari kehidupan yang tidak pernah benar-benar cocok bagi Soho House, yakni menjadi perusahaan publik.
Ketika Pintu Eksklusif Soho House Tak Lagi Tertutup Rapat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Selama tiga dekade, Soho House menjual satu hal yang tak bisa dibeli sembarang orang yaitu kemewahan pribadi. Dari sebuah rumah kota di Greek Street, Soho, klub ini tumbuh menjadi simbol gaya hidup kelas dunia, tempat para pebisnis, selebritas, dan pembuat tren saling bertemu di balik pintu yang tidak sembarang orang bisa membukanya. Tapi kini, status Soho House sedang goyah. Mimpi perusahaan ini kembali jadi perusahaan tertutup jadi tak pasti. Kesepakatan akuisisi senilai US$ 1,8 miliar yang seharusnya mengakhiri perjalanan Soho House sebagai perusahaan terbuka berubah menjadi drama baru. MCR Hotels, perusahaan perhotelan raksasa asal Amerika Serikat (AS), yang memimpin konsorsium pembeli, mengaku tak sanggup memenuhi komitmen pendanaan US$ 200 juta. Padahal, rencana kembali jadi perusahaan tertutup ini semula diposisikan sebagai jalan keluar dari kehidupan yang tidak pernah benar-benar cocok bagi Soho House, yakni menjadi perusahaan publik.
TAG: